Palang Parkir Elektronik Diprotes, Komisi III DPRD Kota Tangerang Sidak Pasar Anyar

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, TANGERANG- Palang parkir elektronik yang dipasang untuk masuk ke area komplek pertokoan di Pasar Anyar, Kota Tangerang, mendapat protes dari para RT/RW dan para pedagang.

Kuswoyo, selaku Ketua RW 07 mengaku keberatan dengan diberlakukannya palang parkir otomatis itu.

“Kami merasa keberatan dengan rencana PT TNG yang akan memasang palang parkir elektronik ini sebab aktifitas warga lingkungan selalu melintasi jalur tersebut, jadi kami berharap ada solusi buat warga sekitar dalam hal ini,” kata Kuswoyo, Rabu (22/7/2020).

Senada dengan Kuswoyo, Ketua RW 06, Fetty juga meminta warga sekitar Pasar Anyar digratiskan parkir.

“Mengingat warga sekitar banyak yang berjualan di pasar Anyar,” ujar Fetty.

BACA JUGA :   Sekda OKU Selatan Ikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Launching Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak di Sumsel

Sementara, Direktur PT TNG Edi Candra mengatakan, adanya palang parkir elektronik hanya mengubah cara pembayaran saja. Bahkan, sambungnya, warga sekitar juga tetap dikenai parkir namun masih dikutip dengan cara manual.

“Dalam hal ini kami hanya merubah cara pengutipan parkirnya saja bukan menaikan harga parkir. Jadi kami akan pasang palang parkir otomatis di tiga titik dan khusus jalur yang berdekatan dengan warga sekitar kami tetap kutip secara manual,” ujar Edi.

Atas hal itu, 5 orang anggota Komisi III DPRD Kota Tangerang yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Wawan Setiawan, meninjau langsung ke lokasi Pasar Anyar bertemu dengan para RW dan RT di wilayah area tersebut, Rabu (22/7/2020).

BACA JUGA :   Pasca Melahirkan, Rika Maywa Mendapat Pelayanan Kesehatan Dari Satgas Yonif 125/Simbisa

“Sidak kami kali ini untuk menjawab persoalan yang dialami oleh warga sekitar Pasar Anyar. Sementara warga disini terbagi dua, yang pertama warga sekitar dan yang kedua warga pedagang,” jelas Wawan.

“Untuk warga sekitar Pasar Anyar Alhamdulillah sudah dapat solusi dengan cara stikerisasi dan untuk warga pedagang juga sudah ada solusinya dengan cara biasa mereka lakukan,” tambahnya.

(Dul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses