DimensiNews.co.id, LAMPUNG- Dankodiklatad Letjen TNI A.M Putranto disebut oleh Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Tanjungkarang Timur, Lampung, sebagai ‘Bapaknya Para Kaum Dhuafa’. Ini karena sifat kedermawanan Putranto terhadap saudaranya yang butuh bantuan.
Pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin, Ismail Zulkarnain yang akrab dipanggil abah Ismail ini mengatakan, bahwa Ponpes yang dahulu hanya berdiri dengan tiang dari pohon kelapa. Berkat kepercayaan para donatur, saat ini telah berdiri kokoh dan tampak megah bangunan asrama putra dan putrinya.

“Semua fasilitas yang diberikan di Ponpes dalam mendidik dan mengasuh anak yatim diberikan gratis tanpa membayar sedikitpun, Alhamdulillah, anak yatim kami juga ada yang bisa masuk Polisi dan TNI,” ujarnya dalam peresmian gedung asrama putra, Jumat (13/3/2020).
Dalam kesempatan ini, Letjen TNI A.M Putranto mengatakan, ia sangat mendukung kemajuan pendidikan di pesantren untuk membina, mendidik dan mengurus anak yatim piatu yang berakhlak, pintar, berprestasi dan punya harga diri.
Putranto berharap, Ponpes Riyadhus Solihin terus berdiri dan berkembang serta memberikan dampak positif. “Dari pondok ini saya berharap semakin banyak muncul generasi handal yang bisa menjadi kader pemimpin yang berkarakter dan berahlak mulia,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Putranto tampak terlihat akrab dengan Pimpinan Ponpes maupun dengan para santri-santrinya. Berdasarkan keterangan dari abah Ismail, ia sudah mengenal lama sosok Putranto. Bahkan sebelum beliau menjabat Pangdam II/Sriwijaya.
“Selalu bersyukur, sehingga Allah tetap menyayangi kita selalu. Teruslah berbuat kebaikan sampai keburukan itu lelah mendekati,” ungkap Putranto.
Asisten I Sekda Provinsi Lampung Bidang Pemerintahan dan Kesra, Irwan Sihar Marpaung memberikan apresiasi kepada Dankodiklatad dan jajarannya atas perhatiannya terhadap Ponpes Riyadhus Sholihin.

“Saya berharap kepada para Pengasuh Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Qur’an Riyadhus Sholihin agar memberikan perhatian yang serius dalam membina dan mendidik para santri. Sehingga kelak menjadi insan yang mampu melanjutkan pembangunan di Daerah Sai Bumi Ruwa Jurai,” tandasnya.
Gedung asrama putra yang baru saja diresmikan Dankodiklatad ini, merupakan bangunan lima lantai dengan fasilitas diantaranya tempat tidur susun yang memiliki sekitar 170 buah springbed, kamar mandi, dan juga ruang aula yang dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan nantinya.
Selain penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Dankodiklatad, juga diberikan bantuan 100 buah Al Quran yang diserahkan oleh Annies Putranto kepada Pengurus Ponpes Riyadhus Sholihin. Dalam kesempatan ini juga para santri menampilkan beberapa kompetensi bakatnya, antara lain pembacaan puisi, ceramah berbahasa Arab, dan lainnya.
Hadir dalam acara ini, Wadan Kodiklatad Mayjen TNI Eka Wiharsa, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan jajaran, Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto, Ir Kodiklatad, para Direktur Kodiklatad, Forkopimda Provinsi Lampung, Forkopimda Kota Bandar Lampung, Ketua MUI Provinsi Lampung dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung. (DN)
















