Pengerjaan Saluran Air Oleh PT. MGP Di Kalideres Dipertanyakan

  • Bagikan

DimensiNews.co.id JAKARTA – Pengerjaan saluran air penghubung (PHB) di wilayah Kelurahan Kalideres dipertanyakan warga. Pasalnya, pengerjaan saluran air oleh pihak ketiga tersebut dinilai tidak transparan dalam hal anggaran.

Dari pantauan Dimensinews.co.id di lokasi tidak adanya bedeng dan plang anggaran yang bisa dilihat oleh masyarakat menimbulkan berbagai macam dugaan.

Selain itu pengerjaan tersebut juga diduga tidak sesuai dengan spek. Hal itu dapat dilihat dari besarnya ukuran UDIT yang dipasang ada yang berukuran 50 CM dan ada pula yang berukuran 40 CM.

“Di wilayah Kalideres ini ada dua lokasi proyek yang sedang dikerjakan oleh PT. Mulia Graha Parulian (MGP),” kata salah satu pekerja yang tidak mau menyebut namanya di lokasi proyek, Minggu (29/9/2019).

BACA JUGA :   Jakarta Darurat Corona, Polda Metro Jaya Klaim Aksi Kejahatan Menurun

Dua lokasi itu, kata dia, ada di RW 01 Kalideres tepatnya di belakang terminal. Kemudian di RW 13 Kelurahan Kalideres.

“Kita tidak ada bedengnya, kita pekerja ngontrak tidak ada bedeng. Mengenai papan plang anggaran kita tidak tahu mas. Kita hanya kerja saja.” Jelas pekerja.

Terpisah, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Investigasi Independen Pemeriksa Kekayaan Pejabat dan Pengusaha Republik Indonesia (BII-PKPPRI) Darsuli saat dimintai keterangannya mengatakan, ketidaktransparanan pihak kontraktor dalam mengelola anggaran seperti itu justru akan menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat.

“Bagaimana masyarakat bisa tau berapa besar anggaran yang digunakan dan apa saja yang di kerjakan masyarakat wajib tau. Karena itu anggaran APBD uang rakyat,” ucapnya.

BACA JUGA :   Tim Satgas Ops Yustisi Masih Menemukan Warga Yang Melanggar Protkes

Menurutnya, proyek pengerjaan saluaran air itu memakan anggaran ratusan juta rupiah, kenapa bisa tidak transparan, dan speknya pun diduga bermasalah itu. Saluran bisa tidak sama ukurannya, ada yang kecil dan ada yang besar, padahal di jalur yang sama.

“Kalau begitu bisa dibilang proyek siluman, karena tidak ada papan informasi untuk masyarakat.” Jelasnya.

Darsuli menambahkan,dalam waktu dekat ini akan mengirimkan surat kepada Suku dinas Tata Air, Inspektorat, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk turun langsung mengevaluasi pekerjaan proyek saluran air dua lokasi di wilayah Kalideres itu.

 

 

Laporan Wartawan : Hery Lubis

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Harus diperiksa itu kontraktor terkait layak atau tidak dalam mengerjakan jenis proyek itu lah…udh anggaran nya mahal nanti yg kerja main mata kan ga enak…,pelaksana nya semua dilapangan dicek juga tau ga sama pekerjaan tersebut,jgn sampe asal aja…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses