Kadisdik Jatim: Lahan Kosong Sekolah Harus Jadi Ruang Belajar Produktif dan Dukung Ketahanan Pangan

  • Bagikan

Malang – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa setiap satuan pendidikan harus mampu menghadirkan inovasi sesuai dengan potensi yang dimiliki. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan lahan kosong di lingkungan sekolah menjadi kawasan produktif yang mendukung pembelajaran sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Sedangkan, pernyataan tersebut disampaikan Aries saat meninjau pelaksanaan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (7/7).

Menurut Aries, sekolah tidak perlu menunggu pembangunan berskala besar untuk menciptakan inovasi. Pemanfaatan aset dan lahan yang selama ini belum produktif justru dapat menjadi ruang belajar yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.

BACA JUGA :   Polresta Sidoarjo Musnahkan Barang Bukti Hasil Ungkap Kasus Selama Pandemi Covid-19

“Setiap sekolah memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Lahan kosong yang ada harus mampu diubah menjadi ruang belajar produktif yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Aries bersama jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur meninjau sejumlah fasilitas yang telah dikembangkan melalui Program SIKAP. Di antaranya kawasan budidaya tanaman pangan, kolam bioflok untuk budidaya ikan, hingga fasilitas pendukung pembelajaran berbasis praktik.

Ia mengapresiasi upaya SMKN 2 Singosari yang berhasil mengubah lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan menjadi kawasan produktif sekaligus laboratorium pembelajaran bagi peserta didik.

Menurut Aries, Program SIKAP bukan hanya bertujuan menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar secara langsung.

BACA JUGA :   Wartawan di Mamuju Tewas, Forwast Desak Kepolisian Usut Tuntas

“Melalui kegiatan bertani, beternak, maupun budidaya perikanan, siswa belajar tentang kerja keras, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, hingga jiwa kewirausahaan. Nilai-nilai inilah yang ingin kita tanamkan melalui Program SIKAP,” ungkapnya.

Selain meninjau kawasan ketahanan pangan, Aries juga mengecek sejumlah fasilitas sekolah yang sedang menjalani pemeliharaan dan pengembangan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana pendidikan terus mengalami peningkatan sehingga mampu menunjang proses pembelajaran secara optimal.

Program SIKAP merupakan inovasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang mendorong sekolah memanfaatkan aset dan lahan yang belum produktif menjadi media pembelajaran berbasis praktik. Melalui program tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengelolaan pangan.

BACA JUGA :   Kunjungi Makodim 0503/JB Kapolres Jadi Rebutan Selfi Prajurit TNI

Aries berharap Program SIKAP dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Jawa Timur.

Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu mencetak lulusan yang terampil, mandiri, inovatif, serta siap berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan di masa depan.

“Ketika sekolah mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Inilah yang ingin terus kita dorong melalui Program SIKAP,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses