Tagar #SelamatkanIndonesia Menggema di Depan DPR: Mahasiswa Bawa 13 Tuntutan Rakyat

  • Bagikan
Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Kamis (4/9).

JAKARTA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Aksi bertajuk “Selamatkan Indonesia” ini menjadi panggung kritik tajam terhadap pemerintah dan parlemen.

Sejak siang, massa mahasiswa dari berbagai kampus berdatangan sambil membawa poster dan spanduk dengan tagar #SelamatkanIndonesia dan #WargaJagaWarga. Mereka juga membawa karangan bunga bertuliskan “Turut Berdukacita Atas Meninggalnya Dewan Perwakilan Rakyat” sebagai sindiran keras terhadap kinerja wakil rakyat.

“Aksi ini adalah aksi damai. Kami turun untuk menyelamatkan Indonesia,” seru orator dari atas mobil komando di tengah kepungan massa.

Koordinator BEM SI Eko Prayogo mengatakan, 13 tuntutan yang mereka bawa kali ini dirumuskan sendiri oleh BEM SI, namun sejalan dengan gerakan “17+8 Tuntutan Rakyat” yang ramai disuarakan di media sosial.
“Sebetulnya, enggak jauh berbeda dengan tuntutan 17+8. Pemerintah belum memberi respons sama sekali atas aksi-aksi sebelumnya bertajuk ‘Indonesia (C)emas’,” ujarnya.

BACA JUGA :   Ribuan Masyarakat Hadiri WWD 2023 Kota Tangerang, Ketua Apeksi dan Kormi Kagum

Eko menegaskan salah satu tuntutan mendesak adalah pembebasan massa aksi yang ditangkap aparat selama sepekan terakhir. “Sudah berkali-kali mahasiswa dan masyarakat sipil turun, tapi belum ada jawaban dari eksekutif maupun legislatif,” katanya.

Isi 13 Tuntutan BEM SI

Berikut 13 tuntutan yang disuarakan BEM SI di depan DPR:

  1. Turunkan tunjangan DPR sekarang juga! Hentikan gaya hidup mewah wakil rakyat di atas penderitaan rakyat.
  2. Sahkan RUU Perampasan Aset. Tangkap, rampas, dan adili harta koruptor.
  3. Reformasi total Polri dan DPR. Bersihkan mafia dan kartel kekuasaan.
  4. Bebaskan seluruh massa aksi yang ditahan. Stop kriminalisasi gerakan mahasiswa dan rakyat.
  5. Hentikan tindakan represif aparat. Stop pemukulan, gas air mata, dan peluru tajam terhadap rakyat.
  6. Evaluasi total Kabinet Merah Putih. Copot menteri gagal, usir pembisik oligarki.
  7. Reformasi UU Peradilan Militer. Hentikan impunitas, adili pelanggar HAM di pengadilan rakyat.
  8. Tolak KUHP yang menindas rakyat. Hukum jangan jadi alat kriminalisasi.
  9. Adili aparat pembunuh rakyat. Darah rakyat bukan tumbal kekuasaan.
  10. Tuntut realisasi 19 juta lapangan kerja dari Wapres. Janji bukan sekadar kata.
  11. Sejahterakan guru dan dosen. Pendidikan harus lahir dari tenaga pendidik yang sejahtera.
  12. Tolak 5 batalion dan peradilan militer di kampus. Kampus ruang bebas akademik, bukan markas militer.
  13. Tolak rangkap jabatan di pemerintahan. Hentikan dwi fungsi yang melanggengkan oligarki.
BACA JUGA :   Sachrudin Tebar 2 Ton Ikan Lele di Sepanjang Kali Sipon

Mahasiswa menegaskan aksi ini merupakan peringatan kepada pemerintah dan DPR agar segera merespons aspirasi publik.

“Jangan sampai nyawa melayang hanya karena menyampaikan aspirasi. Kami turun ke jalan untuk menyelamatkan Indonesia,” tegas orator.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses