Kolaborasi Kelurahan Panunggangan dan UNIS Kota Tangerang Buat Biopestisida Dari Limbah Puntung Rokok

  • Bagikan

KOTA TANGERANG – Aksi kolaborasi baru saja dilakukan Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dengan Kelompok Kerja Kemasyarakatan (K3) Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Kota Tangerang. Aksi kolaborasi tersebut berhasil mewujudkan pembuatan biopestisida yang inovatif, memanfaatkan hasil pengolahan dari limbah puntung rokok.

Sekretaris Kelurahan Panunggangan, Kaswan Hermawan menuturkan, kolaborasi bersama ini sebelumnya dilakukan di berbagai sektor terkait, meliputi sektor lingkungan, sektor ekonomi, sektor kesehatan, dan sektor pendidikan. Lanjutnya, bersama 40 mahasiswa UNIS Kota Tangerang, pembuatan biopestisida dari limbah puntung rokok bisa direalisasikan bersama dengan seluruh warga sekitar di Pos 2 Warung Mangga, RT 03/RW 01, Kelurahan Panunggangan, Pinang, Kota Tangerang.

“Kami ucapkan terima kasih atas kolaborasi yang dilakukan bersama-sama ini. Semoga kegiatan kolaborasi ini mampu membawa pemahaman yang baik untuk warga Kelurahan Panunggangan, terutama mengenai pemanfaatan limbah puntung rokok yang banyak tersebar di lingkungan sekitar,” ujar Sekretaris Kelurahan Panunggangan, Kaswan Herwaman, Senin, (14/8/23).

BACA JUGA :   Soal SKL Kosong,Wali Murid Minta Kadis Pendidikan Kabupaten Nias Copot Kepsek SMP Negeri 1 Idanogawo

Sementara itu, Ketua K3 UNIS Kota Tangerang, Aldy menuturkan, inisiasi pembuatan biopestisida dari pemanfaatan limbah puntung rokok ini dilakukan berdasarkan kesadaran mengenai tingginya angka konsumsi rokok di Indonesia, yang mencapai 34,5 persen penduduk jiwa. Selanjutnya, ia bersama kawan sejawatnya juga menyadari, bahwa banyak kandungan senyawa kandungan rokok, seperti nikotin, fenol, dan eugenol yang dapat diekstrak dan dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan biopestisida.

“Ternyata, setelah melewati observasi yang mendalam, biopestisoda dari limbah punting rokok termasuk dalam kelompok pestisida nabati dengan jenis biopestisida kimia karena mengandung biotoksin, dsb. Untuk prosesnya, punting rokok direbus untuk menghilangkan zat mozaiknya, dicampur dengan air, dan bisa digunakan. Serta, biopestisida ini sangat bermanfaat untuk memberantas hama tanaman seperti tungau, kutu kebul, kumbang, ulat, dan walang sangit,” lanjut Aldy.

BACA JUGA :   Rakor Kewilayahan, Bupati Sukabumi Minta Pelimpahan Kewenangan Jadi Dasar Kebijakan Yang Tepat Sasaran

Selain itu, kolaborasi pembuatan biopestisida dari limbah puntung rokok ini membawa banyak manfaat, seperti mengurangi kuantitas limbah puntung rokok, edukasi daur ulang limbah yang produktif, pembuatan pestisida yang dinilai efektif dalam membasmi hama tanaman, serta mengampanyekan budaya peduli lingkungan di Kelurahan Panunggangan, Pinang, Kota Tangerang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses