Eksistensi Agama di Tengah Perubahan Zaman

  • Bagikan

JAKARTA – Konon, saat ini tercatat 4.300 jenis agama yang pernah ada di bumi ini. Tapi dari 4.300 jenis agama yang pernah lahir di dunia, banyak di antaranya yang sudah tinggal nama alias punah atau tidak memiliki penganut.

Hal itu terungkap dalam buku “Agama di Era Google.” Buku ini adalah kumpulan tanggapan para pakar terhadap pemikiran Denny JA yang distrukturisasi oleh Ahmad Gaus. Buku ini sudah beberapa kali dijadikan bahan diskusi.

Buku itu menunjukkan, agama menjadi tidak relevan karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.

Riset-riset mutakhir memang menunjukkan kecenderungan semakin melemahnya peran dan pengaruh agama dalam kehidupan manusia modern.

BACA JUGA :   Kasus PKH, Kejari Kabupaten Tangerang Kembali Tetapkan 2 Tersangka

Di negara yang indeks kebahagiaannya tinggi (World Happiness Index), umumnya level beragama masyarakatnya rendah.

Negara yang paling mampu membuat warganya bahagia, sebagaimana diukur oleh World Happines Index, populasi di negara itu cenderung menganggap agama tak lagi penting dalam kehidupan mereka (diukur dari Religiosity Index).

Kabar buruk juga terlihat dari hubungan agama dengan tingkat korupsi. Di negara yang tingkat beragamanya tinggi (Religiosity Index), pemerintahannya cenderung korup.

Banyak negara yang lebih dari 90 persen populasinya menyatakan agama sangat penting dalam hidupnya justru tingkat korupsi di pemerintahannya juga sangat tinggi (diukur dengan The Corruption Perception Index).

Hasil riset oleh University of Rochester juga secara khusus mengukur hubungan antara tingkat IQ dan agama. Di situ disebutkan bahwa masyarakat yang tingkat beragamanya tinggi memiliki kecerdasan rata-rata (Cognitive Test Measurement) lebih rendah dibandingkan masyarakat yang tingkat beragamanya lebih rendah.

BACA JUGA :   SDR Sebut ICW Dapat Dana Hibah Rp96 Miliar Dari Asing Perantara KPK

Inilah salah satu pergeseran agama yang disorot oleh Denny JA melalui pemikiran-pemikirannya yang terserak.

Pemikiran Denny JA tentang agama tersebar dalam sejumlah buku, dan ditulis dengan beberapa konteks yang berbeda.

Pemikiran-pemikiran itu sebenarnya tak terlalu runut, namun Ahmad Gaus berhasil menstrukturisasi keseluruhan pemikiran itu dan mengkategorisasinya dalam “Sembilan Pemikian Denny JA tentang Agama.”

Gaus berhasil memotret konsistensi cara berpikir dan refleksi perjalanan spiritual Denny JA sehingga menghasilkan serangkai pemikiran ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses