Terjebak Perangkap Babi, Akhirnya Tim BKSDA Berhasil Evakuasi Seekor Harimau di Mandailing Natal

  • Bagikan

Laporan Wartawan : Mansur Lubis

MADINA,SUMUT – Belum lama ini masyarakat Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut dihebohkan akan penemuan seekor Harimau yang terjebak dalam perangkap jerat Babi.

Dilansir dari berbagai sumber, dimana sebelumnya Dembak Nasution memasang perangkap buat menjerat Babi diladang miliknya, di Aek Nalomlom, Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabipaten Mandailing Natal.

Namun pada Jum’at (19/5/2023) sekitar pukul 09.00 WIB, betapa terkejutnya Dembak bahwa yang masuk kedalam jerat yang dipasangnya bukan binatang hama Babi melainkan seekor Harimau.Menurut warga sosok seekor Harimau yang masuk diperkirakan pada Kamis Malam sebelumnya.

Akibat peristiwa tersebut, Nasution langsung bergegas pulang dan memberitahukannya kepada aparat Desa dan warga Pastap Julu. Sehingga informasi kejadian tersebut diteruskan ke pihak Taman Nasional Batang Gadis di Panyabungan dan BKSDA Padangsidimpuan.

BACA JUGA :   Warga Desa Batu Nunggal Bergembira Dapat Bantuan Beras dari Kemensos

Keesokan harinya, Sabtu (20/5/2023) sekitar pukul 17.00 WIB, tim yang terdiri dari BKSDA, TNBG, Lembaga Sumatera Rainforest Institute (SRI), Scorpion Indonesia bersama KPH 8 dan tim medis turun langsung kelokasi penemuan Harimau untuk melakukan observasi di Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal.

Proses Evakuasi tim juga dibantu personil Polsek dan Koramil Kotanopan bersama warga setempat.Setelah menembakkan obat bius dan tidak berapa lama pingsan, akhirnya tim yang juga dibantu warga berhasil mengevakuasi Harimau tersebut dan memasukkannya kedalam kerangkeng yang sudah disediakan terlebih dahulu oleh BKSDA.

Kabid BKSDA Wilayah III Hermanto Siagian menjelaskan setelah tim melakukan observasi dapat diperkirakan Harimau tersebut berjenis kelamin Betina dengan bobot berat badan sekitar 70 hingga 80 Kilogram.

BACA JUGA :   Cegah Korupsi Di Sejumlah Proyek Pemerintah Menko Maritim Gandeng BPKP

“Memang proses evakuasi tergolong lambat dan seidikit sulit disebabkan karena posisi Harimau dan perangkap tersebut ditutupi banyak ditutupi semak belukar, sehingga proses penembakan obat bius terkendala sedikit sulit namun berkat kegigihan dan kerjasama yang baik akhirnya tim berhasil mengevakuasi Harimau tersebut,” ungkapnya.

Harimau tersebut akan dibawa ke kantor TNBG di Panyabungan dan bila mana memungkinkan Harimau tersebut juga akan dibawa ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Padagsidimpuan untuk dilakukan rehabilitasi” singkatnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses