Percepatan Pembangunan Infrastruktur Atasi Kesenjangan Digital

  • Bagikan

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Hasbi Anshory, mengungkapkan, ada empat fokus utama dalam upaya mengatasi kesenjangan digital di Indonesia. Keempat fokus itu yakni percepatan infrastruktur dengan membangun infrastruktur digital yang kuat dan inklusif, mendorong inovasi teknologi, peningkatan talenta, dan mendorong regulasi digital.

Hasbi menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam Seminar Merajut Nusantara yang digelar BAKTI Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI dengan tema “Mengatasi Kesenjangan Digital Untuk Indonesia Maju”, Jumat (08/04/2022).

“Saya tegaskan, selama ini pemerintah hadir dalam mengatasi kesenjangan digital di Indonesia,” kata Hasbi.

Ia mengatakan, munculnya ketimpangan digital tidak bisa dilihat sebagai sebuah fenomena tersendiri. Pasalnya, menurut dia, ketimpangan digital dipengaruhi oleh gender, umur, tingkat ekonomi dan yang lainnya.

Hasbi menyebut, ada empat faktor terjadinya kesenjangan digital. Pertama infrastruktur, minimnya pembangunan jaringan internet, kemudian skill, dan yang terakhir bahasa.

BACA JUGA :   Sekda Sukabumi Harapkan Santri Darunnajah PPM Bisa Memberikan Nilai Pendidikan Yang Positf

“Orang Indonesia lebih bisa memahami informasi internet dari bahasa Indonesia daripada bahasa asing,” ujarnya.

Hasbi melanjutkan, kesenjangan digital terjadi karena ketidaksamaan akses teknologi yang membuat munculnya gap di antara masyarakat. Faktor kesenjangan digital masyarakat bisa karena keterbatasan ekonomi yang membuat sebagian masyarakat tidak bisa membeli gadget.

“Kemudian minimnya pengetahuan dan eterbatasan tempat dalam menyediakan akses internet,” ucap dia.

“Penyebab kesenjangan di Indonesia pertama masalah keuangan, kedua infrastruktur teknologi tidak merata, kemudian gaya hidup masyarakat. Ada masyarakat yang belum menyadari pentingnya internet dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian pemahaman teknologi. Selanjutnya regulasi digital di daerah,” sambungnya.

Sementara, akademisi Universitas Esa Unggul Jakarta, Gun Gun Siswadi, mengatakan, hampir seluruh kegiatan masyarakat kini berhubungan dengan digital. Menurutnya, hal ini karena infrastruktur digital yang dibangun di Indonesia sudah memadai.

“Karena Indonesia negaranya sangat luas, maka perlu akselerasi lebih lanjut dan meningkatkan literasi digital,” kata Gun Gun.

BACA JUGA :   Kapolda Jambi Hadiri HUT Brimob Polri Ke-76, di Markas Brimob Polda Jambi

Ia menyebut, ada tiga level dalam kesenjangan digital, yakni kesenjangan akses, kesenjangan penggunaan dan kecakapan digital dan keuntungan digital kapita.

“BPS membuktikan bahwa ada kesenjangan digital di Indonesia. Hal itu terlihat dari penggunaan internet di kota memcapai 72 persen, sementara di pedesaan 40-48 persen saja,” ujarnya.

Gun Gun menjelaskan, penyebab kesenjangan digital adalah karena penyediaan infrastruktur yang belum merata, pembangunan yang belum merata, serta kurangnya kerja sama pemerintah dengan masyarakat serta akademisi. Selain itu juga kurangnya kepedulian masyarakat, perbedaan pola hidup masyarakat, dan perbedaan regulasi antar daerah

“Ada lima langkah dalam menyelesaikan kesenjangan digital. Segera lakukan perluasan dan percepatan akses, persiapkan roadmap. Ketiga percepat integrasi data nasional. Keempat siapkan talenta digital. Kelima berkaitan dengan regulasi,” ucap dia.

“Kemudian kiat dalam menghadapi era digital adalah dengan Inovatif, kreatif dan adaptif,” lanjutnya.

BACA JUGA :   Sahabat Polisi DPW Jawa Barat Berikan Bantuan Dana Pendidikan Kepada Putra Putri Terbaik Jawa Barat

Dalam seminar itu juga hadir Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Nurachmat Herlambang, sebagai narasumber. Dalam kesempatan itu, ia mengatakan bahwa kesenjangan digital muncul karena adanya ketimpangan.

“Adanya asimetri atau ketidaksamaan dalam menerima akses teknologi informasi. Kesenjangan digital ini ada empat dimensi, mental akses, material akses, skill akses, selanjutnya used akses,” kata Nurachmat.

Ia mengungkapkan, Gubernur Jambi, Al Haris, saat ini menginginkan agar setiap desa bisa mengakses internet. Dengan begitu, kata dia, segala potensi yang ada di desa tersebut bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Dalam rencana yang kita kembangkan, internet desa itu akan dikerjasamakan dengan adik-adik dari perguruan tinggi. Kalau kita sediakan internet di setiap desa, nanti adik-adik mahasiswa bisa membantu dalam memasarkan produk-produk setempat dan bisa meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat desa setempat,” paparnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses