Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNAS Gelar Edukasi Lingkungan di Pondok Yatim Dhuafa Jagakarsa

  • Bagikan

JAKARTA – Mahasiswa Universitas Nasional Prodi Ilmu Komunikasi mengadakan kegiatan tentang lingkungan bertema ‘‘Pengenalan Bank Sampah dan Mengajarkan Produktivitas dan Kreativitas Terhadap Anak-Anak Usia 7-15 Tahun Dalam Mendaur Ulang Sampah Menjadi Nilai Yang Ekonomis‘‘ di Pondok Yatim dan Dhuafa Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/12/2020).

Dalam kegiatan yang dibimbing oleh Yayu Sriwartini ini merupakan bagian dari praktek mata kuliah PR dan manajemen CSR, sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat(PKM).

Banyaknya anak-anak kurang peduli terhadap lingkungan, terutama permasalahan sampah penyebab banjir di musim penghujan dan edukasi kepada anak-anak terkait pilah-pilih sampah untuk di daur ulang menjadi akar masalah kelima mahasiswa UNAS melakukan kegiatan tersebut.

BACA JUGA :   Harkitnas, Ryan Erlangga : Ayo! Pondok Aren Bangkit Berdaulat Berdikari Berkepribadian Kebangsaan

Adanya kegiatan ini, kelima mahasiswa bertujuan meningkatkan peduli lingkungan dari hal kecil, tertib buang sampah pada tempatnya, mengetahui perbedaan sampah dan sampah yang dapat didaur ulang, serta meningkatkan kreativitas anak-anak dari sampah untuk dijadikan nilai ekonomis.

Program ini di isi materi “Pengenalan Bank Sampah‘‘ oleh Putri Zakia Tunisa. Dilanjut materi “Tujuan Pendirian Bank Sampah“ oleh Tamara Adzni Nirwana. Dan materi terakhir “Klasifikasi Sampah” oleh Dimas Wahyu Wahidin.

Selain itu juga ada Ahmad Fadel membuat dokumentasi setiap edukasi yang dilakukan kepada anak-anak di Pondok Yatim dan Dhuafa.

“Terima kasih kepada kepala Pondok Yatim dan Dhuafa yang telah memfasilitasi kami untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat kepada anak-anak yang ada pondok yatim dan dhuafa. Saya pun turut berterima kasih juga kepada anak-anak semua karena telah mau mengikuti agenda kegiatan yang kami laksanakan. Saya harap apa-apa yang kami berikan nantinya bermanfaat kedepannya,“ ujar Faizal Baihaqi selaku mahasiswa UNAS.

BACA JUGA :   Dalam Rakor Provinsi Banten, Wali Kota Usulkan Vaksin Bagi Pelaku UMKM

Selesai pemberian materi, kelima mahasiswa melakukan agenda selanjutnya berupa pembuatan kreatifitas dari sampah botol kepada anak-anak. Kelima mahasiswa menyediakan contoh kreatifitas sampah botol dan bahan-bahan, yaitu kuas, cat kertas, spidol, dan tempat cat.

Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan kelima mahasiswa tersebut. Pertengahan pembuatan kreatifitas, kelima mahasiswa melakukan tanya jawab kepada anak-anak dengan memberikan makanan ringan bagi yang menjawab pertanyaan secara benar.

Di penghujung program, Kepala Asrama Pondok Yatim dan Dhuafa mengucapkan terima kasih kepada kelima mahasiswa. “Terima kasih buat mahasiswa UNAS yang sudah meluangkan waktu buat kasih edukasi ke anak-anak,” ujar Bahtiar Rahman selaku Kepala Asrama Pondok Yatim dan Dhuafa.

BACA JUGA :   Ini Cara Jitu Merawat Pernikahan Berjalan Langgeng

Setelah agenda kreativitas, kelima mahasiswa melakukan penutupan kegiatan pengabdian dengan makan bersama. Menjelang akhir makan bersama ada salah satu anak menghampiri, “Kak, sering-sering yah ke sini. Biar seru-seruan sambil belajar,“ ujar salah satu anak Pondok Yatim dan Dhuafa dengan ciri fisik berkulit sawo matang dan berbaju belang.*(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses