SURABAYA – Tidak dengan menggelar pesta, di hari jadinya yang baru genap satu tahun ini, tepatnya di tanggal 12 Agustus, Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) merayakan dengan cara berbagi kepada sesama. Adapun kegiatan itu telah mengusung tema ‘KJJT Berbagi, Merdeka dari Pandemi’.
Di hari bersejarah bagi Komunitas Jurnalis yang lahir di Kota Surabaya, Jawa Timur itu ada sejumlah 50 Paket Sembako yang siap diperuntukkan bagi para Kuli Tinta yang tak luput dari dampak Pandemi dan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4.
Didukung oleh BG Junction dan Gusdurian Peduli, ada tiga wilayah yang menjadi target dalam pembagian paket sembako tersebut. Diantaranya wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Menurut Ketua KJJT, Slamet Maulana, Pandemi ini juga telah membawa dampak terhadap pelaku profesi Jurnalis. Tingginya angka kerentanan terpapar akan virus ini juga melekat pada para jurnalis yang menuntut mereka untuk menjalin komunikasi dengan para narsumbernya bahkan hingga tak jarang mengharuskan mereka untuk melakukan kontak langsung dengan cara bertatap muka.
“Di masa Pandemi ini, di Jawa Timur, cukup banyak jurnalis yang harus tutup usia karena terpapar Covid-19, itu semua dikarenakan oleh tuntutan profesi yang mengharuskan rekan rekan untuk menemui dan menjalin komunikasi langsung dengan banyak narasumber demi sebuah informasi yang di disuguhkan kepada Publik.” ungkapnya.
Menurut data yang dimiliki KJJT, tercatat sekitar 40 jurnalis yang meninggal diduga karena virus Wuhan tersebut. Belum lagi dampak ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan.
Karena pandemi, bisnis di bidang media pun dirasa bagai diterpa badai yang sangat dahsyat, hingga banyak dari mereka yang mendapat gaji tidak layak bagi pemenuhan dan kelangsungan kebutuhan hidup keluarganya.
“Dengan banyaknya jurnalis yang terdampak pandemi ini, maka perayaan HUT pertama KJJT kami lakukan secara sederhana. Sebagai bentuk empati, kami bagikan paket sembako bagi para jurnalis,” ungkapnya.
Sementara itu, GM (General Managet) BG Junction, Heru Prasetya mengaku telah membagikan ratusan paket sembako. Diantaranya, sbanyak 50 paket diberikan khusus untuk para jurnalis melalui KJJT.
“Kami bagikan kepada warga dan jurnalis yang terdampak pemberlakuan PPKM level 4. Kami disini merasa peduli. Sehingga kami adakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket – paket sembako,” kata Heru.
Diwaktu yang berbeda, Koordinator Peduli Gusdurian Surabaya, Yuska Harimurti menyampaikan jika kegiatan bakti sosial ini dilakukan sejak Covid-19 melanda Indonesia, Maret 2020 silam.
“Kami disini sebagai penyambung. Saat ini Gusdurian lebih pada pelayanan warga isolasi mandiri. Yang pasti adalah bencana ini melanda siapa saja tanpa kecuali. Untuk ini dibutuhkan partisipasi semua pihak,” terangnya.
“Selain mengharapkan negara bisa lebih hadir mengatasi dampak segala kebijakan, yang lebih penting adalah jika kita bangga disebut sebagai sebuah bangsa yang suka bergotong royong. Maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikannya,” imbuhnya.
Disisi lain, dalam peringatan hari jadinya yang pertama, KJJT juga banjir ucapan dan dukungan dari para jurnalis jurnalis senior. Salah satunya Supriadi, (64), mantan jurnalis Memorandum, yang menilai bahwa walau usia KJJT yang baru menginjak satu tahun, namun nilai solidaritasnya dirasa sangatlah tinggi.
“Apabila ada wartawan yang di kriminalisasi atau tersakiti, KJJT hadir dan menemani wartawan tersebut,” ujar Supriyadi yang akrab biasa dipanggil Kung saat di wawancarai, Kamis (12/8) sore. Ia berharap, komunitas ini semakin solid dan maju.
Pria kelahiran 1957 ini juga mengapresiasi kegiatan berbagi yang dilakukan KJJT di masa pandemi ini. “Terima kasih atas bingkisan sembako yang telah diberikan KJJT kepada saya, ini merupakan sebuah bentuk perhatian besar kepada wartawan,” tambahnya. (by)
















