Meski Masih Pandemi, Kunjungan Wisatawan Domestik Diperkirakan Meningkat Cepat di Tahun Ini

  • Bagikan

JAKARTA – Direktur IKPM, Ditjen IKP Kemkominfo RI, Septriana Tangkary, menyampaikan, pihaknya memproyeksi bahwa kunjungan wisatawan domestik diperkirakan akan kembali lebih cepat ke angka 190 juta di 2021 ini, seperti yang tercatat di tahun 2019.

Menurut Septriana, hal ini menjadi harapan bersama karena saat ini ada lima destinasi wisata yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai super prioritas, yaitu Labuan Bajo, Danau Toba, Candi Borobudur, dan lainnya.

Dia meyakini, keberadaan lima destinasi wisata super prioritas itu akan mendongkrak kunjungi wisatawan, termasuk gencarnya program vaksinasi di Indonesia.

Septriana menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam Seminar dengan tema “Menyikapi dan Menyiasati Tren Industri Pariwisata di Tengah Pandemi Covid-19” secara daring yang diselenggarakan oleh BAKTI Kominfo berkerja sama dengan Komisi I DPR RI, Selasa (20/4/2021).

BACA JUGA :   Dekat Dengan Permukiman Warga Cipondoh Indah Tolak Keberadaan TPS

“Ini adalah suatu kesempatan kita bahwa kesempatan kita dengan adanya vaksin ini akan memberikan dampak kenyamanan,” katanya.

Adapun narasumber selanjutnya dalam seminar itu yakni anggota Komisi I DPR RI, Krisantus Kurniawan. Ia dalam kesempatan itu menyinggung soal potensi pariwisata yang ada di Kalimantan Barat.

Menurut Krisantus, Kalimantan Barat memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa bila dikembangkan dengan kemampuan SDM yang mumpuni dan profesional. Namun, menurutnya, objek-objek pariwisata di Provinsi Kalimantan Barat saat ini masih dikelola secara pribadi, orang per orang yang menjadi salah satu kendala masyarakat belum ada rasa memiliki.

“Sehingga pengunjung pariwisata di Provinsi Kalimantan Barat bukanlah pendatang, tetapi masyarakat setempat sendiri. Paling jauh beda Kabupaten itu yang datang mengunjungi objek pariwisata. Contoh misalnya orang Kabupaten Landak mengunjungi Kabupaten Sanggau atau sebaliknya,” kata Krisantus.

BACA JUGA :   Yerniman Gulo Menjadi Juara Grand final Pemilihan Putri Pariwisata Kepulauan Nias 2018

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar berbenah diri, dan memunculkan kesadaran rasa memiliki yang tinggi terhadap daerah. Sehingga, daerah yang tadinya belum bisa mengandalkan potensi pariwisata yang ada menjadi bisa seperti daerah-daerah lain.

“Pemerintah sekarang sedang mengejar target vaksinasi nasional. Jangan takut divaksin. Jangan percaya berita bohong. Vaksin tidak menyakitkan. Pemerintah menyayangi rakyatnya. Saya sendiri sudah divaksin kedua kalinya lewat hampir dua bulan dan puji syukur sampai saat ini saya masih mengikuti webinar forum diskusi publik yang kita laksanakan hari ini. Itu artinya apa? Vaksin yang disuntikkan pemerintah kepada rakyatnya tidak membunuh rakyatnya tetapi akan menyehatkan rakyatnya sehingga kita bisa kembali normal seperti sedia kala,” ucapnya.

BACA JUGA :   Anggota Satgas TMMD 110 Bojonegoro Melaksanakan Shalat Di Masjid Dusun Kalongan

Sementara narasumber berikutnya yakni presenter TV/influencer,
Choncita Caroline, menyampaikan, bahwa semua masyarakat khususnya di Kalimantan Barat untuk turut membantu promosikan kembali pariwisata-pariwisata di Indonesia. Apalagi, menurutnya, saat ini sektor pariwisata sedang mengalami penurunan pendapatan yang begitu drastis.

“Alangkah baiknya kalau kita masyarakat setempat mulai membantu meningkatkan kembali penghasilan tersebut dengan cara menggaungkan bahwa masih banyak loh lokasi-lokasi yang tetap aman dikunjungi karena sudah menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

“Bagi teman-teman yang memang sudah kembali berwisata tolong untuk tetap menjaga protokol kesehatan jangan sampai merugikan orang lain karena seperti yang kita ketahui masih banyak sekali orang yang ragu untuk berwisata karena faktor kesehatan ini,” pungkasnya.*(dng)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses