TULUNGAGUNG– Kepala Pasar Rakyat Tamanan Kecamatan Tulungagung didampingi Camat dan Sekcam, Ndanramil Kota beserta perwakilan pedagang memberikan klarifikasi terkait isu dan muatan berita dari beberapa media online atas di tutupnya pasar rakyat tamanan karena adanya tiga pedagang pasar yang meninggal dikarenakan positif Covid-19, Rabu (27/01/2021).
Menurut Iswahyudi selaku Camat Tulungagung, hal tersebut sifatnya hoax dan tidak benar sangat meresahkan masyarakat dan perlu diluruskan agar masyakat tidak panik.
“Isu penutupan pasar rakyat tamanan selama dua hari adalah tidak benar dan sangat meresahkan masyarakat.’” jelasnya.
Wahyudi juga berharap masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang sumbernya tidak jelas.
Komandan Sugeng. S dari Koramil Kota, menuturkan bahwa pasar juga salah satu wadah untuk mengembalikan perekonomian rakyat apalagi di masa pandemi seperti ini. Namun Sugeng juga menghimbau terkait upaya menekan peredaran Covid-19 di wilayahnya, pemerintah Kabupaten Tulungagung dan seluruh elemen bersama senantiasa memberikan edukasi dan himbauan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.
“Silahkan warga melaksanakan aktivitas, termasuk kegiatan jual beli di pasar ini, sepanjang mentaati disiplin protokol kesehatan Covid-19 yaitu dengan 4 M : Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, Memakai masker, Menjaga Jarak Aman dan Menghindari kerumunan,” jelasnya.
Di tempat yang sama Kepala Pasar Rakyat Tamanan Zaenu Mansur membantah kabar yang menyebutkan pasar ditutup selama dua hari karena ada pedagang yang meninggal karena positif Covid-19. Menurutnya, pasar ini tidak ditutup tapi di sterilisasi untuk menerapkan standar kesehatan maksimum, sesuai protokoler kesehatan.
Sebelumnya, tersiar kabar yang menyebutkan bahwa pasar rakyat tamanan tutup dua hari, Zaenu menegaskan bahwa berita itu salah.
“Biar tidak terjadi simpang siur karena berita yang belum jelas maka kami memberikan sosialisasi agar masyarakat tidak merasa diresahkan dan tidak takut untuk belanja di pasar ini dan pedagang juga biar tidak dirugikan”, tandasnya.
Zaenu menambahkan, protokol standar kesehatan maksimum yang dimaksud seperti adanya pemeriksaan suhu tubuh. Serta segera melakukan pemeriksaan kesehatan di layanan kesehatan jika merasa tidak sehat.
Selain itu, para pedagang juga diimbau untuk menggunakan masker dan menerapkan etika batuk yang benar, serta menggunakan sarung tangan.
Sedangkan untuk peralatan pencegahan Covid-19, lanjut Zaenu, sudah disiapkan oleh PD pasar.
“Ya, untuk pasar-pasar ini sudah kami siapkan itu. Sudah ada westafel di pasar, bagaimana hand sanitizer supaya kebutuhannya cukup kami siapkan untuk protokol pencegahannya.
(Cristian)
















