SUKOHARJO – Kementerian Agama Republik Indonesia mulai dibentuk pada 3 Januari 1946 yang waktu itu diberi nama Departemen Agama. Hari jadi Kementerian Agama tersebut diperingati sebagai Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama.
Peringatan HAB Kemenag tahun ini mengusung tema “Indonesia Rukun”. Tema tersebut sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju.
Pada tahun ini peringatannya berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, Kantor Kemenag Sukoharjo menggelar secara terbatas yang dihadiri sekitar 50 peserta yang terdiri dari pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Sukoharjo pada Selasa (5/1/2021) di halaman kantor Kemenag Sukoharjo.
Pada upacara tersebut peserta wajib menegakkan protokol kesehatan dengan memakai masker serta jarak peserta di atur sekitar 1 meter antar peserta dengan tanda cat di halaman kantor Kemenag Sukoharjo.
Bertindak sebagai inspektur upacara yakni Kepala Kankemenag Sukoharjo, Ihsan Muhadi. Pada kesempatan tersebut Ihsan Muhadi membacakan sambutan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.
Menurut Menteri Agama, semangat Kemenag baru dapat diterjemahkan dengan tiga kata kunci. Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik.
“Termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan,” kata KaKankemenag Sukoharjo membacakan sambutan Menteri Agama.
Kata kunci selanjutnya yakni penguatan moderasi beragama dan mengokohkan persaudaraan. Poin tersebut meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air, dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.
“Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu semua, dan tetap menjaga kesehatan serta selalu tingkatken kinerjanya,” pesan Ihsan Muhadi mengakhiri upacara.
















