Dimensinews.co.id OKU SELATAN – Warga di beberapa Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan saat ini kesulitan mendapatkan Pupuk bersubsidi dari pemerintah.
Kesulitan Pupuk bersebsidi dari pemerintah itu berdampak pada puluhan hektare lahan milik petani jagung milik masyarakat di beberapa Kecamatan Kabupaten OKU Selatan
Menurut warga kelangkaan Pupuk sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, sehingga musim penghujan belakangan ini yang seharusnya dimanfaatkan petani untuk melalukan penanaman jagung terpaksa harus dibatalkan karena kelangkaan Pupuk
“Kelangkaan pupuk di daerah kami sudah terjadi sebulan terakhir ini, ucap Syukur salah satu ketua Kelompok Tani pak Syukur di Desa Karet Jaya.
Hal senada juga diungkapkan Edwar,sebagai petani yang menggantungkan kebutuhan ekonomi dari penghasilan jagung para petani setempat umumnya menggunakan 3 jenis pupuk yakni Pupuk jenis Urea dengan harga Rp 100 ribu, SP-36 Rp 130 ribu dan Ponska Rp 135 ribu rupiah perkilogramnya.
“Akhir-akhir ini untuk menbeli Pupuk tersebut,agak susah, kalau pun ada,harga nya sedikit lebih mahal dari biasanya.
Kalau sekarang petani bingung, mau nanam jagung,pupuk tidak ada, padahal diwilayah kita ini banyak warga yang berpenghasilan sebagai petani jagung,” ungkap Edward
Kepala Dinas Pertanian OKU Selatan Ir Asep Sudarno diruang kerjanya menyampaikan, kelangkaan pupuk masih terjadi di Kabupaten OKU Selatan di sebabkan Pupuk bersubsidi yang dialokasikan kekita disini tidak sebanding dengan kebutuhan petani sesuai dengan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),Oleh karena itu pasti akan kurang,”ujar Asep, Kamis (12/11/2020).
Terkait kelangkaan pupuk, Asep menghimbau petani menggunakan pupuk secukupnya sesuai anjuran pemerintah melalui Badan Penyuluh Pertanian(BPP).
Selain itu terkait kelangkaan pupuk yang masih terjadi, Dinas Pertanian Kabupaten Oku Selatan saat ini telah kembali melakukan Pengajuan pupuk ke Dinas Pertanian Provinsi yang akan dikirim dalam pekan ini
“Mudah-mudahan dalam sepekan ini turun lagi tapi entah berapa ribu ton kita lihat nanti,”(BG)
















