Inovasi Pemuda, Indonesia Menjadi Maju dan Lebih Baik

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, MADIUN – Jajaran Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-92 Tahun 2020. “Peringatan HSP ke-92 tahun ini, bertema “Sumpah Pemuda Bersatu dan Bangkit,” kata Anang Sulistijono, kepala Disparpora Kabupaten Madiun, Selasa 27 Oktober 2020.

Menurutnya dalam rangka memperingati HSP ke-92 tahun 2020, kita berharap pemuda ini adalah harapan serta kader bangsa. Berangkat dari inovasi pemuda, kita harapkan Indonesia akan menjadi maju dan lebih baik. Berketepatan penandatangan MoU atau nota kesepahaman antara Bupati Madiun dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) yakni dalam rangka penyiapkan generasi emas di tahun 2025.

“Generasi emas ini, tentunya berangkat dari pemuda. Mudah-mudahan berangkat dari MoU, geliat pemuda Kabupaten Madiun yang diinisiatori Bupati Madiun dengan UNS menjadi berinofatif, bersemangat dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengungkapkan terkait sosialisasi Prokes Covid-19, peran pemuda juga sama dengan peran yang lain. Covid-19 ini adalah urusan kita bersama dalam pencegahannya. Pemuda juga harus berperan aktif mensosialisasikan Prokes Covid-19.

BACA JUGA :   Segini Rencana Anggaran Rehap Peralihan Fungsi Gedung Rehabilitasi Narkoba

Bupati Madiun pernah menekankan peran pemuda harus ikut pelaksanaan Prokes Covid-19, serta aktif dalam pemberdayakan ekonomi. Tentunya pemberdayaan ekonomi yang merujuk Prokes Covid-19. Contohnya kegiatan pemberdayaan ekonomi di semua tempat wisata. Kemudian juga peningkatkan imunitas pemuda dengan banyak kegiatan berolahraga.

“Ini tentunya yang mendukung bagaimana agar Covid-19 ini bisa terkelola, sehingga harapan kedepan sesuai rujukan pak Presiden RI. Insyaalloh Desember atau Januari 2020, vaksin sudah bisa dilakukan. Ini Covid-19 akan semakin habis di Indonesia, dengan harapan nanti pertubuhan ekonomi khususnya inovasi pemuda akan bisa lebih maju,” jelasnya.

Anang Sulistijono melanjutkan soal destinasi wisata, pihaknya masih menginventarisir seluruh daya tarik. Harapannya ahir Oktober 2020, seluruh daya tarik wisata Kabupaten Madiun sudah terdata. Paska pendataan, Disparpora akan mengindentifikasi mana daya tarik yang lebih siap. Ketika daya tarik sudah siap jual, nantinya akan dipaketkan.

BACA JUGA :   BPBD Kota Tangerang Pastikan Bangunan Kavling DPR Belum Kantongi Sertifikat Laik Fungsi

Paket ini rujukannya adalah Hari Parkab Madiun tahun 2017 lalu. Dimana Parkab Madiun merujuk pada Selingkar Wilis. Sehingga Selingkar Wilis, ada beberapa daya tarik yang akan dipaketkan Disparpora. Selanjutnya dipromosikan dan dijual ke wisatawan lokal maupun diluar Madiun. Cara menjualnya, Disparpora akan menggandeng teman-teman media. Selain itu, Disparpora akan mengoptimalkan teman-teman dari pemuda anti narkoba dan sebagainya.

“Setelah itu, kita paketkan. Kita akan mencoba MoU dengan beberapa daerah melalui kepala daerahnya. Sudah ada beberapa pembahasan dengan teman-teman di kota juga Kabupaten Magetan, Ngawi dan sekitarnya. Kita nanti akan ngeling dengan teman-teman itu, dalam rangka kita saling menjual wisata. Sehingga nanti ada perjanjian kerjasama dengan daerah lain, ya dalam rangka kita menjual wisata,” tegasnya.

BACA JUGA :   IMI Automotive Appreciation Night 2021, Sederet Artis Ternama Menerima Penghargaan Dari Bamsoet

Karena memang pandemi Covid-19, kata dia, Disparpora hendak menjual lebih jauh belum memungkinkan. Disparpora akan mencoba. khususnya mencotohkan di kota. Total 300 ribu penduduk kota, nanti akan di coba disuguhi lokasi wisata. Harapannya biar teman-teman kota, berwisata ke Kabupaten Madiun.

Disparpora juga mengklasifikasi 24 kelompok sadar wisata (Pokdarwis), bahkan sudah disampaikan peraturan gubernur (Pergub)-nya terkait Prokes Covid-19. Prinsip secara umum, 24 Pokdarwis sudah memehui Prokes Covid-19. Prioritas Disparpora ada 14 indikator, yakni sesuai rujukan surat edaran (SE) Gubernur Jawa Timur.

“Itu memang yang paling memenuhi yaitu Wisata Widas, Umbul, Watu Rumpuk, Monumen Kresek dan beberapa wisata lainnya. Tapi prinsip secara umum, 24 Pokdarwis ini kalau berbicara 3M yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak sudah dilakukan,” tegas Anang Sulistijono.*all

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses