oleh

Pelaku Penggelapan Diringkus Reskrim Polres Madiun

DimensiNews.co.id, MADIUN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Madiun menghadirkan ASD (24) warga Desa Gunugsari, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Jawa Timur beserta sejumlah barang bukti (BB) hasil kejahatan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Hasil pemeriksaan Satreskrim Polres Madiun, ASD yang merupakan pekerja swasta ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan 7 unit kendaraan roda empat mobil dan 1 unit kendaraan roda dua sepeda motor.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dan pasal 372 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan dengan diancam penjara paling lama 4 tahun,” jelas Kapolres Madiun AKBP R. Bagoes Wibisono H.K kepada sejumlah media massa, Selasa 29 September 2020 saat gelar perkara di Mapolres Madiun.

Menurutnya kasus ini berawal dari laporan korban yakni KSW yang melaporkan ke Polres Madiun pada tanggal 4 September 2020 lalu. Dalam laporannya itu, KSW mengaku telah mengalami kerugian yaitu satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam. Sekira tanggal 7 September 2020 lalu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni rumah korban Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Modus operandi yang tiap dilakukan tersangka yakni berpura-pura sebagai penyewa kendaraan baik mobil maupun sepeda motor. Kemudian tanpa ada persetujuan dari pemiliknya, tersangka menggadaikan kendaraan yang disewa sebelumnya kepada orang lain agar mendapatkan keuntungan.

“Tersangka ASD ini, ditangkap pada tanggal 25 September 2020 sekira pukul 00:30 Wib. Yang mana hasil penyelidikan lebih lanjut bahwa kendaraan awal dari pelapor yaitu KSW, ada di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur,” katanya.

R. Bagoes Wibisono H.K melanjutkan usai dilakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Aldo berserta tim melakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil ungkap, Satreskrim Polres Madiun berhasil mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam milik pelapor.

Dari hasil interogasi serta pemeriksaan yang dilakukan oleh unit reskrim, tersangka ASD telah melakukan perbuatan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kurang lebih 11 kali. Pengembangan keterangan terus dilakukan dan hasilnya, Satreskrim Polres Madiun berhasil mengamankan 7 unit kendaraan roda empat/mobil berbagai jenis dan 1 unit kendaraan roda dua/sepeda motor.

“Hasil keterangan dari tersangka, diakui telah melakukan 11 kali perbuatannya di wilayah Karesidenan Madiun. Diharapankan untuk pemilik yang merasa telah digelapkan kendaraannya, segera melaporkan ke Satreskrim Polres Madiun agar dapat ditindaklanjuti untuk penelusuran barang bukti lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan untuk barang bukti, kata R. Bagoes Wibisono H.K, ada 1 lembar surat keterangan kepemilikan dari Bank Jatim, 1 lembar foto copy STNK kendaraan mobil Toyota Avanza, 1 bendel foto copy BPKB dan 1 unit mobil Toyota Avanza.

Sementara hasil pengembangan Satreskrim Polres Madiun yaitu 1 unit mobil Honda Jazz warna hitam, 2 unit mobil Zuzuki Ertiga warna abu-abu metalik, 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna putih, 1 unit mobil Honda Mobilio warna hitam, 1 unit mobil Toyota Avanza warna hitam dan 1 unit sepeda motor Yamaha Aerox warna putih.

“Tersangka melakukan perbuatannya seorang diri, dan tidak ada kawan atau kelompok sindikat. Tersangka melakukan tindak pidana ini, untuk keuntungan pribadi. Kalau kita lihat, ini bukan pemain lama atau baru. Tapi, tersangka semata-mata untuk keperluan pribadinya. Itu, hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Madiun tehadap tersangka,” tandasnya.

R. Bagoes Wibisono H.K mengukapkan tersangka ditangkap anggota Satreskrim pada saat berada di rumahnya. Keterangan tersangka bahwa hasil gade kendaraan uangnya dipergunakan untuk kebutuhan pribadi, baik untuk makan maupun bayar kontrakan rumah. Sejumlah barang bukti yang sebelumnya dikuasai oleh tersangka, telah digadekan kepada teman-temannya yang ada di wilayah Karesidenan Madiun.

“Jadi, memang ada temannya. Dia (tersangka) perlu duwit/uang, ya mobil atau kendaraan ini, langsung digadekan dengan harga berfareatif. Bahkan tersangka menyakinkan, kalau kendaraan yang digadekan adalah milik tersangka sendiri. Setiap gade satu unit mobil ada yang Rp12 juta, Rp15 juta Rp20 juta hingga Rp35 juta,” paparnya.*(all)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed