DimensiNews.co.id, TANJAB TIMUR- Kepala Desa Sungai Itik Zainir Havies di Kecamatan Sadu Tanjung Jabung Timur, Jambi, mengeluhkan pengurangan kuota tabung LPG 3 Kg yang semula 500 tabung per minggu, kini hanya mendapat 300 tabung per minggunya.
Berkurangnya kuota tabung gas subsidi itu diakui Zainir menyulitkan warganya dalam melakukan tugas sehari-hari. Pihaknya sudah pernah meminta penambahan kuota kepada pihak terkait tapi belum bisa dengan berbagai alasan.
Zainir menyebutkan, salah satu alasan itu yaitu karena kuota tabung di agen pangkalan berkurang dan banyak yang membutuhkannya.
“Dulunya jatah kuota di sini sebanyak 500 tabung tapi sekarang berkurang. dan di Desa Sungai Itik ini tidak ada penambahan pangkalan baru. Kalau pangkalan di sini ada satu, di Sungai lokan ada satu, begitu juga di Desa Sungai Jambat,” jelas Kades saat dikonfirmasi, Selasa (8/9/2020).
Menurut kontrak, awalnya jatah kuota untuk Desa Sungai Itik sebanyak 500 tabung, karena syaratnya pihak pangkalan harus memenuhi tabung kosong sebanyak 500 baru bisa menjadi agen pangkalan.
Ketika ada pengurangan kuota LPG 3 Kg, Zainir mengungkapkan tidak ada koordinasi dari pihak terkait.
“Kalau pada saat pengambilan kita cuma diberi 300 tabung, ya mau diapakan, kita tidak bisa berbuat apa-apa, dan menurut informasi dari pihak pangkalan di sini, awalnya dapat 500 tabung, tapi pada saat adanya pengurangan tidak ada diberi tahu,” ungkap Kades.
Dengan adanya pengurangan kuota gas LPG di Desa Sungai Itik, masyarakat semakin sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Bahkan dengan kuota 500 tabung saja sudah terbilang tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, apa lagi adanya pengurangan kuota menjadi 300 tabung per minggunya.
“Kalau bisa kuota untuk Desa Sungai Itik agar kiranya ditambah, walaupun tidak bisa ditambah tetaplah dengan 500 tabung dan jangan ada pengurangan,” tandas Kades.
(Ari)
















