DimensiNews.co.id, ACEH UTARA – Potensi perekonomian bidang perikanan hasil tangkapan nelayan di Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara sangat menjanjikan, bahkan hasil tangkapan ikan mencapai 15 ton perhari.
Untuk melihat langsung hasil tangkapan nelayan Ulee Rubek Barat, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Selasa (8/9) mendatangi lokasi untuk melihat proses pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan sekaligus melihat kondisi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di lokasi itu.
Pada kesempatan itu, Geusyik Ulee Rubek Barat Harizal Saputra, SE dihadapan Wabup Aceh Utara melaporkan potensi hasil perikanan di Gampong Ulee Rubek Barat sangat menjanjikan dan mampu menunjang pendapatan nelayan.
“Salah satu primadona hasil tangkapan nelayan Ulee Rubek Barat ikan cuale (ikan layur) yang mencapai 15 ton per hari,” katanya.
Selain itu, jumlah nelayan yang beraktifitas di pantai Ulee Rubek Barat mencapai 200 orang yang semata-mata mencari nafkah di sektor perikanan.
Herizal Saputra juga menyebutkan, tangkapan ikan cuale yang mencapai 15 ton per hari telah memberi dampak cukup signifikan dalam mendongkrak pendapatan nelayan. Apalagi ikan-ikan ini langsung dibeli oleh pedagang besar dari Medan untuk diekspor.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf mengatakan, Pemkab Aceh Utara akan terus memberikan perhatian khusus untuk nelayan karena Ulee Rubek Barat merupakan salah satu lokasi penghasil ikan cuale yang cukup potensial mencapai 15 ton per hari, dan telah diekspor ke luar negeri.
“Walaupun sekarang ekspor masih melalui Medan, tapi ini potensi yang sangat perlu kita perhatikan. Ke depan, harapan kita pemerintah bisa langsung ekspor via daerah langsung ke luar negeri supaya ini menjadi salah satu PAD kita dan menjadi pendongkrak pendapatan nelayan di sini,” kata Fauzi.
Lebih jauh, Fauzi juga berharap agar pemerintah bisa memantau atau menjaga kestabilan harga produk perikanan hasil tangkapan nelayan.
“Selama ini harga ikan kerap dimainkan oleh pihak ketiga sehingga sering merugikam nelayan,” ungkap Wabu Aceh Utara, Fauzi Yusuf.
















