“Mau tidak mau lah, saya terpaksa pasang sendiri arus listrik dari PLN dengan biaya sendiri, mencapai Rp 1,4 juta rupiah. Makanya, sudah lima bulan lebih lamanya Tugu Juang 45 ini, gelap kalau malam harinya,” ucap Ridwan.
Menurut Ridwan, ia tidak tahu pasti berapa tunggakan tagihan listrik di Tugu Juang 45 Lobusona itu.
“Biasanya, Pemkab Labuhanbatu yang bayar tagihan listrik PLN di Tugu Juang 45 tersebut. Kalau saya tidak tahu berapa tunggakan tagihan listriknya,” jelas Ridwan.
Ridwan yang kesehariannya bekerja sebagai montir sepeda motor ini mengungkapkan bahwa ia tidak menerima insentif sejak tahun 2011. Sementara Ridwan sudah bekerja sebagai penjaga Tugu Juang 45 Lobusona sejak 27 Januari 2008.
“Sudah sejak tahun 2008 saya bekerja sebagai penjaga Tugu Juang 45 ini. Dan terakhir menerima gaji tahun 2011. Selanjutnya, sampai saat ini tidak lagi pernah merasakan gaji,” keluh Ridwan sedih.
Ditanya lebih dalam persoalan dirinya tidak mendapatkan insentif, Ridwan juga mengaku heran. Ia juga tidak tahu kenapa insentif sebagai penjaga Tugu Juang 45 tidak dibayarkan lagi oleh Pemkab Labuhanbatu.
Ia menuturkan, dahulu banyak pengunjung yang datang ke Tugu Juang 45 Lobusona ini, tak hanya dari masyarakat Kabupaten Labuhanbatu saja melainkan dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhanbatu Utara (Labura) serta masyarakat dari luar daerah pun ada berkunjung ke Tugu Juang 45 ini, untuk menikmati pesona pemandangan Bukit Barisan serta keindahan dari corak Tugu Juang 45 yang satu-satunya berada di daerah Lobusona Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara tersebut.
“Sering datang wisatawan dari luar, bahkan dari Bogor dan provinsi lainnya. Ya mereka (pengunjung, red) yang datang juga mengeluhkan tentang Tugu Juang 45 di Lobusona ini tidak terawat lagi, seakan ditelantarkan dan terlihat jorok serta kotor,” bebernya.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, Hobbol Rangkuti, saat dikonfirmasi, Rabu (12/08/2020) menyangkut persoalan Tugu Juang 45 tersebut, mengatakan, akan meneruskan informasi itu ke Bagian Umum atau Perlengkapan Keuangan Daerah.
“Ya, nanti saya tanyakan ke Bagian Setdakab karena Tugu Juang 45 itu tidak ada dalam aset Disporabudpar. Coba dikonfirmasi bagian Umum atau Perlengkapan Keuangan,” ucapnya.
Padahal, Tugu Juang 45 ini seharusnya mendapat perhatian Pemkab Labuhanbatu, apalagi jelang HUT RI ke 75 tahun ini.
Namun sayang, Kepala bagian umum Sekdakab Labuhanbatu, tidak berada di kantornya saat hendak dikonfirmasi.
(Mortan)
















