Benzi salah satu rekan korban mengatakan, kejadian ini bermula saat ia berenang bersama korban dan satu rekan lainnya yang masih duduk di bangku kelas II SMP. Diduga korban tenggelam akibat kelelahan berenang.
“Kami bertiga berenang dari siang, sekitar pukul 12.30 WIB. Kejadian tenggelam sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah korban tenggelam kami langsung memberitahu keluarganya,” ucap Benzi.
Dijelaskan Benzi, sebelum tenggelam, ia bersama korban berenang ke tengah sungai. Saat hendak balik ke pinggir sungai, korban berusaha meminta tolong.
“Awalnya saya kira bergurau. Namun saya tetap berusaha membantu dengan memegang tangan korban. Karena tubuhnya lebih besar dari saya jadinya berat, akhirnya pegangan saya terlepas,” tandasnya.
Sementara itu, Yanti orang tua korban, saat diwawancarai DimensiNews mengatakan bahwa kini dirinya ikhlas menerima kepergian anaknya, namun ia terus berharap jasad Aidil dapat ditemukan.
“Saya berharap anak saya bisa balik di pangkuan saya walaupun sebentar. Saya terima ikhlas walaupun bagaimana keadaannya, yang penting doa saya, anak saya bisa naik dari dalam sungai dan bisa dibawa ke rumah walaupun sebentar di pangkuan saya,” harap Yanti sambil menangis.
(Barax)
















