oleh

Emak-emak Geruduk Kantor Rio di Bungo, Tuntut Pembagian BLT Merata

DimensiNews.co.id, BUNGO- Ratusan ibu-ibu melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung serba guna yang saat ini dijadikan Kantor Rio (kepala desa-Red) di Dusun Bedaro, Kecamatan Muko-muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Jambi, Jum’at (03/07/2020).

Informasi yang dirangkum DimensiNews, unjuk rasa masyarakat Bedaro ini memiliki 9 tuntutan agar Pemerintah Dusun (Pemdus) Bedaro dapat menjelaskan kepada masyarakat secara gamblang 7 poin terkait ketidakpuasan mengenai penetapan penerima Bantuan Langsung (BLT) Dana Desa (DD) yang hanya 21 orang. Selanjutnya 2 poin terkait pertanggungjawaban keberadaan BUMDes/BUMDus.

Koordinator lapangan unjuk rasa, Isnaini S.H., M.H., mengatakan, sudah cukup lama masyarakat diam, banyak emak-emak yang mengadukan kalau kebijakan yang diambil oleh Pemdus Bedaro mengenai BLT sangat mengecewakan.

“Ada 9 tuntutan yang harus dijelaskan oleh Pemdus Bedaro kepada masyarakat. Kita tahu penduduk Dusun Bedaro paling banyak di Kecamatan Muko-muko Bathin VII dibandingkan dusun yang lain, kenapa hanya 21 orang yang menerima BLT?,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ops AKBP Torank Manik mengatakan, dalam unjuk rasa ini tidak ada yang ricuh, aman dan terkendali. Para ibu dan bapak yang unjuk rasa ini hanya menyampaikan aspirasinya tentang BLT.

“Kalau untuk ricuh tidak, untuk jumlah kekuatan personel kami dari Polres Bungo sebanyak 69 personel, ditambah dari Koramil 10 personil itu lah jumlah kekuatan kami semua,” ujarnya.

Dikatakan Torank Manik, apabila tidak selesai di sini, aspirasi tidak tersampaikan meraka akan membawa ke kabupaten.

“Yang dari Pemdus silahkan kalau mau dibawa ke kabupaten, yang dituntut warga tadi tentang pembagian BLT tidak rata, itu yang kami ketahui,” ungkapnya.

Sementara, Datuk Rio Thoirin mengatakan, warga Dusun Bedaro memang menuntut dana BLT dari DD.

“Seperti yang mereka bilang tadi 27 KK yang pertama pada tanggal 28 April tahun 2020, kemudian datang data BST dari pusat 6 orang jadi 21 orang karena bantuan dari pusat dengan BLT-DD itu tidak bisa ditimpang,” tukasnya.

“Kami telah menjelaskan ke pihak pendemo namun pendemo belum juga merasa puas. Kita tidak ingin menutup-nutupi sedikit pun, kita siap persoalan ini mau dibawa sampai ke mana jika terbukti ada salah. Saat ini tidak bisa kita jelaskan jika situasi emosi seperti ini,” tandasnya. (Barax)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed