Petani Minta PU Provinsi Jambi Perbaiki DAM untuk Pengairan Sawah

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, SAROLANGUN- Petani sawah ulak yang berada di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun, saat ini memasuki masa menanam padi, namun kurangnya perhatian pemerintah terkait pengairan di sawah atau irigasi membuat petani kesulitan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Dimensinews.co.id, sebagian petani bergotong-royong mengalihkan aliran sungai untuk pengairan sawah. Namun tak semua petani dapat melakukan itu karena di beberapa wilayah didapati sungai yang kecil.

Ada sekitar 20 hektar sawah memerlukan pengairan untuk keperluan menanam padi.

Dari pantauan, terdapat sebuah bendungan atau DAM berukuran mini yang dulunya digunakan untuk mengalirkan air ke sawah. Namun sudah beberapa tahun belakangan ini alat tersebut sudah tidak berfungsi lagi karena tidak terurus oleh dinas terkait. Sehingga bendungan mini itu pun jebol dan tidak dapat mengairi sawah petani lagi.

BACA JUGA :   Kapolda Jambi Jadi Narasumber Pada Kegiatan FKUB dan Lembaga Keagamaan Angkatan III

Ahmad Huzairi selaku Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur menuturkan, sudah beberapa tahun terakhir ini dia bersama petani lainnya memfungsikan sebuah sungai untuk mengairi sawah-sawah petani di sawah ulak karena DAM sudah tidak bisa difungsikan lagi.

“Ya kami dan para petani terpaksa mengalihkan sebuah sungai untuk mengairi sawah-sawah kami karena bendungan atau DAM sudah tidak bermanfaat lagi karena jebol,” ucap Huzairi.

Ia berharap, ada perhatian khusus dari pemerintah terutama Dinas PUPR Provinsi Jambi untuk merenovasi atau memperbaiki bendungan agar memudahkan kerja para petani dalam menanam padi.

“Harapan saya kepada pemerintah, khususnya PUPR Provinsi Jambi dapat memperbaiki DAM tersebut, agar para petani bisa mengairi sawah-sawah mereka dan meningkatkan hasil pertanian di sawah,” tutup Huzai. (sanu) 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses