by

Arab Saudi Tutup Akses Penerbangan, Ribuan Jamaah Menumpuk di Terminal 3 Soetta

DimensiNews.co.id, TANGERANG- Padatnya Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta oleh calon jamaah umroh pada Kamis (27/2/2020), merupakan imbas ditutupnya penerbangan dari dan menuju ke Arab Saudi. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona yang wabahnya sudah merambah ke 39 negara.

Berdasarkan pantauan DimensiNews, Terminal 3 Soetta tampak padat oleh calon jamaah umroh yang gagal berangkat. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan agent travel umroh yang berbeda.

Salah satu jamaah asal Pandeglang, Banten, Nini Zubaedah mengaku kaget dirinya berserta rombongan tidak bisa berangkat padahal pemberitahuan gagal berangkat ini tidak ada sebelumnya.

“Kaget mas, kita sudah sampai (Bandara) kita sudah siapin semuanya tapi tiba-tiba engga berangkat,” kata Nini.

Nini bersama calon jamaah umroh lainnya mengaku kecewa dengan kegagalannya berangkat ke tanah suci. Kini, dirinya hanya bisa pasrah dan menunggu kepastian keberangkatan dari agent travelnya.

“Yah engga tahu ini, bagaimana nasib kami, kita hanya tunggu travel saja baiknya gimana,” katanya.

Padahal, kata Nini, ia bersama rombongan sudah mempersiapkan keberangkatan dengan matang. Karena itu, dirinya sangat menyayangkan terhadap pemberitahuan penutupan akses penerbangan dari dan ke Arab Saudi secara mendadak.

“Mendadak banget sih ini, jadi kita kaget juga kita sudah siapin semuanya padahal,” keluhnya.

Untuk diketahui, pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan keberangkatan calon jamaah umrah ke Arab Saudi untuk menghindari penyebaran virus corona. Pihak Arab Saudi pun mengeluarkan larangan serupa.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan kebijakan tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona. Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kedutaan Besar Arab Saudi terkait kebijakan penangguhan sementara jamaah umrah dari luar negara.

Muhadjir mengatakan kebijakan tersebut wewenang pemerintah Arab Saudi. Namun, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kedubes Arab Saudi.

“Pada prinsipnya kan itu hak pemerintah Arab Saudi untuk menerima atau tidaknya. Jadi intinya kita harus positif dan kooperatif lah dengan pemerintah Arab kalau di sana memang ada kebijakan itu,” kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).

Saat ditanya berapa lama kebijakan tersebut, Muhadjir mengaku belum mengetahuinya. Karena itu pihaknya akan mengkoordinasikan dengan Kemenag dan Kedubes Arab Saudi nantinya.

“Belum (batas waktunya), dari pemerintah Arab Saudi tidak ada. Hanya sementara nanti. Dalam kondisi yang dipandang baik akan diperbaiki lagi” katanya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara penerbitan visa ibadah umrah. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Telah dilaksanakan penangguhan masuknya warga non-Saudi ke Kerajaan Saudi untuk tujuan umrah dan kunjungan lain serta penghentian penerbitan visa untuk sementara,” kata Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Umrah Arab Saudi Abdulaziz bin Wazzan dalam siaran pers Kementerian Haji Arab Saudi, Kamis (27/2/2020).

“Kementerian juga mengkonfirmasi perusahaan-perusahaan umrah dan agen luar negeri untuk membatalkan pemesanan apapun sejak diterbitkannya pengumuman ini sampai pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia per tanggal 25 Februari 2020, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109 dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Diantara negara yang melaporkan kasus COVID-19 ada negara berpenduduk Muslim seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, Irak, Iran, Kuwait, Bahrain, Afghanistan, Oman, Mesir, dan India.

Arab Saudi Juga Tutup Ziarah ke Masjid Nabawi Kerajaan Arab Saudi resmi melarang warga dunia untuk melakukan ibadah umrah ke negaranya. Ini dilakukan untuk mencegah perluasan penyebaran virus corona.

Kementerian Luar Negeri (Kemnlu) Arab Saudi mengambil langkah menghentikan sementara penerimaan jamaah umrah dari seluruh negara, termasuk Indonesia. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed