Diduga Lalai, Keluarga Korban Laporkan RS Mutiara Bunda ke Polisi dan DPRD Tulang Bawang

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, Tulang Bawang – Terkait persoalan dugaan pembiaran dan penelantaran oleh pihak Rumah Sakit Mutiara Bunda terhadap pasien Warida (34) dan bayinya yang hingga meninggal dunia pada Kamis (13/02/2020) lalu berbuntut panjang.

Pasalnya, tidak terima dengan meninggalnya Warida dan keponakannya, Wardiansyah (31) yang merupakan adik kandung korban melaporkan pihak Rumah Sakit Mutiara Bunda ke Polres Tulang Bawang, Kamis (20/02/2020).

Sesuai dengan Laporan Polisi (LP) Nomor LP 50 /II/2020/Polda Lampung/Res, Wardiansyah mewakili keluarga yang merasa tidak terima dengan perlakuan pihak Rumah Sakit Mutiara Bunda yang disinyalir telah melakukan dugaan pembiaran dan penelantaran terhadap Warida (34) dan bayinya hingga meninggal dunia.

Tak hanya sampai disitu, Jum’at (21/02/2020) Wardiansyah juga mendatangi Kantor DPRD Tulang Bawang untuk mencari keadilan. Kedatangaannya diterima oleh Heri Koko, Anggota Komisi IV Kabupaten Tulang Bawang.

BACA JUGA :   Kota Malang Tetap Perketat Prokes Meski PPKM Level III Dibatalkan
Baca Juga: Penanganan di Rumah Sakit Mutiara Bunda Lamban, Ibu dan Bayi Meninggal Dunia Akibat Pendarahan

Menanggapi laporan Wardiansyah, Heri Koko berjanji akan segera mengambil langkah tegas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang untuk kroscek Rumah Sakit Mutiara Bunda yang beralamatkan di Jalan Lintas Timur, Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

Usai melaporkan ke Komisi IV DPRD Tulang Bawang, Wardiansah mengaku sedikit lega. Ia mengatakan akan terus mencari keadilan. “Saya ga terima dengan meninggalnya kakak kandung dan keponakan saya, ini murni kelalaian pihak rumah sakit, saya minta keadilan sesuai undang-undang yang berlaku,” terangnya.

Direktur Rumah Sakit Mutiara Bunda, dr. Herman Susilo saat dikonfirmasi DimensiNews melalui sambungan seluler terkait persoalan tersebut belum dapat memberikan tanggapan. “Rumah sakit sudah memiliki protap, nanti saya cek. Saya lagi kurang enak badan, nanti hari Senin konfirmasi lagi,” katanya Jumat (21/02).

BACA JUGA :   Paslon ERA Diantarkan Ribuan Massa Pendukung ke KPU Labuhanbatu

Sebelumnya diberitakan, diduga lamban mendapat penanganan oleh pihak rumah sakit, Warida (34) dan bayinya yang merupakan warga Kampung Kahuripan Dalam, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang meninggal dunia di Rumah Sakit Mutiara Bunda, Kamis (13/02/2020).

Pasien meninggal dunia saat akan menjalani persalinan prematur di rumah sakit tersebut. Korban diduga karena mengalami pendarahan hebat yang diperkirakan kurang lebih selama 3 jam.*(Erwan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses