DimensiNews.co.id, SUKOHARJO– Setelah menyalurkan 2.500 Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa SMP pada pertengahan Januari lalu, pada Senin (3/2/2020) Pemkab Sukoharjo kembali menyalurkan KIP untuk siswa Sekolah Dasar (SD). KIP untuk jenjang SD dibagikan secara bertahap yang terdiri empat tahap dan pada tahap pertama diserahkan langsung Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.
Acara penyerahan tahap pertama dilaksanakan sebanyak 1.500 kartu yang dilakukan di Graha PGRI Sukoharjo. Pada tahap tersebut diperuntukkan bagi siswa SD di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dan Grogol. Sedangkan tahap kedua untuk siswa SD di Kecamatan Baki, Gatak, dan Kartasura direncanakan diserahkan Bupati Wardoyo Wijaya pada Kamis (6/2/2020) dan dipusatkan Gedung Sari Mulya Gawok.

Selanjutnya tahap ketiga akan disalurkan pada Senin (10/2/2020) bertempat di Aula SMPN 1 Tawangsari untuk siswa SD di wilayah Kecamatan Tawangsari, Bulu ,dan Weru. Dan tahap terakhir jenjang SD direncanakan akan diberikan pada Selasa (25/2/2020) dilaksanakan di Gedung Pertemuan Desa Cangkol Mojolaban untuk siswa SD wilayah Kecamatan Bendosari, Mojolaban, dan Polokarto.
Perlu diketahui sebelumnya, penerima KIP untuk jenjang SD di Sukoharjo tahun 2019/2020 sebanyak 13.646 siswa. Setiap penerima akan mendapatkan subsidi pendidikan Rp. 500.000,00 tiap bulan.
“Pembagian KIP untuk siswa SD akan kami lakukan secara bertahap karena jumlah penerima di Sukoharjo mencapai 13.646 siswa,” terang Darno selaku Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo.
Lebih lanjut Kepala Disdikbud menjelaskan bahwa anggaran yang dialokasikan oleh Program Indonesia Pintar (PIP) SD tahun 2019/2020 sebesar Rp. 6,8 miliar. Menurutnya, siswa SD yang mendapatkan KIP merupakan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dia memastikan pemegangnya akan mendapatkan jaminan masuk di SMP negeri.
“Dana subsidi pendidikan dalam PIP akan diterimakan melalui transfer bank yang telah ditunjuk. Dengan pembagian KIP ini sekaligus memberikan pemahaman pada orang tua siswa agar dana tidak digunakan di luar kepentingan kebutuhan pendidikan siswa. Pasalnya, peruntukan dana sudah diatur, yakni memenuhi kebutuhan pendidikan siswa seperti seragam tas, sepatu, buku, alat tulis, transportasi, dan lainnya,” ujar Darno.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyampaikan, bahwa program PIP merupakan salah satu program prioritas Kemendikbud yang menjadi unggulan dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan wujud keberpihakan terhadap anak-anak dari keluarga miskin dan rentan miskin. Program tersebut ditujukan untuk menghilangkan hambatan ekonomi siswa untuk bersekolah.
“Diharapkan melalui program PIP anak-anak tidak lagi terpikir untuk berhenti sekolah. Namun anak-anak bisa bersemangat hingga bisa mencapai pendidikan di perguruan tinggi. Untuk itu saya berharap, kepada seluruh penerima PIP ini untuk benar-benar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga seluruh anak di Sukoharjo dapat bersekolah sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing,” pesan Bupati Wardoyo Wijaya. (Pry)
















