
DimensiNews.co.id HALMAHERA TENGAH – Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda) Provinsi Maluku Utara Brigjen Gatot Eko P melakukan kunjungan kerja ke Telaga Nusliko kecamatan weda kabupaten halmahera tengah maluku utara.(01/02/2018)
Kunjugan kerja tersebut menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi (FKUB) dan Instansi terkait Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) untuk membahas berbagai permasalahan di antaranya tentang pembagunan rumah ibadah Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Halteng yang dinilai masih tarik menarik karena pendirian rumah Ibadah harus mengacu pada kesepakatan dua Menteri.
Hadir pada pertemuan itu Ketua FKUB Halteng, Rusli B.M Dji Husin, Kabinda Malut Brigjen Gatot Eko P, Rusli B.M Dji Husen, Sekretaris FKUB Halteng Hi Nurkholis Abubakar yang juga KTU Kemenag Halteng, Kepala Kesbangpol Pemkab Halteng Jainul Sadik, Tokoh Agama Desa Nurweda Hi Muhammad Lukman beserta tokoh masyarakat lainnya.
Pada kesempatan itu Ketua FKUB Halteng Rusli B.M Dji Husin (ketua mengucapkan terimakasih dan beryukur atas kedatangan Bapak Kabinda Maluku Utara yang telah hadir dalam acara silaturahmi dan syaring komunikasi ini.
Terkait dengan permasalahan rumah ibadah dan kerukunan umat beragama di Halteng sejauh ini terjalin cukup baik.untuk khilafah di halteng sampai saat ini belum ada, dan terkait pendirian rumah ibadah FKUB sudah sangat berperan aktif untuk menetralisir permasalahan yang terjadi,katanya.
Lanjutnya,hanya saja FKUB mengacu dalam kesepakatan 2 menteri. Selain itu, FKUB Halteng juga sudah melakukan pertemuan dengan Bapak Kapolda Malut dan Kepala Kesbangpol Provinsi dan ketua gereja GBI dan sudah dibuat tembusan.ujarnya
Namun untuk rumah ibadah terulang lagi, sebagai ketua FKUB saya sangat berharap agar bisa mengatasi langkah-langkah semaksimal mungkin terkait dengan pendirian rumah ibadah,” terangnya.
Sementara Kabinda Malut Brigjen pol. Gatot Eko P menyampaikan pada pertemuan itu sangat menginginkan suasana yang aman dan damai sehingga meminta kepada FKUB untuk menciptakan situasi yang kondusif demi pembangunan.
Dikatakan Kabinda dengan stabilitas permasalahan rumah ibadah takutnya akan menimbulkan suatu permasalahan yang cukup besar, sehingga untuk meredam suatu permasalahan, FKUB harus bicarakan dengan baik dan harus berpikir positif,”ujarnya
Karena kata Kabinda, Halteng mempunyai masa lalu yang kelam, sehingga diminta ciptakan kondisi yang kondusif sebab masyarakat yang paling bahagia se – indonesia adalah maluku utara, ini harus dibangun dari masyarakat yang bahagia,” harapnya.
Kabinda juga menambahkan bahwa pertemuan ini mendorong FKUB dalam membangun kerukunan umat beragama di Halteng untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Lanjutnya, Khilafah adalah sistem membangun negara, kita harus bangun dengan kesepakatan sistem demokrasi untuk menghalangi khilafah berdiri, dan mencegah adanya khilafah dengan adanya selebaran.”Tentunya kita semua tidak menginginkan negara ini yang sudah berdiri dijadikan negara khilafah,” tandasnya.
Pada kesempatan iti Kepala Kesbangpol Jainul Sadik juga mengatakan,bahwa terkait dengan toleransi umat beragama agar terjalain dan tidak menimbulkan gesekan FKUB dan Kesbangpol akan mengadakan sosialisasi kerukunam umat beragama untuk meminimalisir situasi yang terjadi,
Dia mengatakan, untuk kedepannya dapat dikelola dengan baik oleh FKUB dan dapat diperkuat bentuknya serta diberikan ruang untuk dinas terkait agar bersinergi dalam menjalin kerukunan umat beragama di Halteng ini,” ungkapnya.
Laporan wartawan : Ode
Editor. : Red DN
















