DimensiNews.co.id, SUKOHARJO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Sukoharjo rencananya digelar pada 23 September 2020 nanti yang serentak 270 daerah. Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo telah melakukan berbagai strategi untuk pengawasan pelaksanaannya, salah satunya yakni menggandeng civitas akedemika untuk turut bersama melakukan pengawasan proses Pilkada.
Pada Rabu (15/1/2020) Bawaslu Sukoharjo melakukan kunjungan ke Universitas Veteran (Univet) Bangun Nusantara dalam rangka silaturahmi dengan civitas akademika univet, dan diterima langsung Rektor Univet, Ali Mursyid Wahyu Mulyono.
Tim Bawaslu dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto. Turut pula beserta romobongan komisioner lainnya, Rochmad Basuki, Eko Budiyanto, Muladi Wibowo serta Panwascam dan Pegiat desa anti polotik uang, Budi Istiyanto.
Kunjungan Bawaslu tersebut juga terkait dengan keberadaan desa pengawasan dan desa anti politik uang yang sudah di deklarasikan untuk 6 desa di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Hal itu disampaikan anggota komisioner Bawaslu, Rochmad Basuki mewakili Ketua Bawaslu ketika dihubungi Dimensi News pada Rabu (15/1/2020) sore.
“Kunjungan ke Univet juga upaya untuk bekerja sama terkait dengan rencana lomba debat mahasiswa untuk kampus se-Solo Raya terkait dengan kepemiluan dan kepengawasan,” ujar komisioner Bawaslu Kordiv Penindakan dan Pelanggaran ini.
Menurut Rochmad, menjelang pilkada nanti diperkirakan banyak terjadi pelanggaran pemilu. Bawaslu telah menyiapkan berbagai upaya untuk mencegahnya supaya tidak terjadi selama pelaksanaan Pilkada di Sukoharjo.
“Kita berusaha mencegah adanya pelanggaran pemilu dan bersinergi dengan berbagai pihak salah satunya dengan kampus Univet,” tandas Rochmad dalam keterangannya.
Sementara itu, Rektor Univet, Ali Mursyid Wahyu Mulyono menyambut baik dan mengapresiasi rencana baik yang disampaikan oleh komisioner Bawaslu Sukoharjo.
“Kami akan segera komunikasikan dengan Lembaga Penilitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk dilakukan survey desa pengawasan dan desa anti politik uang. Kami juga akan koordinasi bersama wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan terkait dengan rencana lomba debat mahasiswa,” pungkas orang nomor satu di Univet tersebut.
Pada kesempatan itu juga diserahkan buku hasil tulisan komisioner Bawaslu dan staff yang berjudul “Kawal Demokrasi” yang rencananya akan dibedah esok harinya.(pry)
















