oleh

Polres Tanjung Perak Bongkar Peredaran Narkoba Lewat Jalur Ekspedisi

DimensiNews.co.id, Surabaya- Dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba, Polres Pelabuhan Tanjung Perak kembali berhasil mengungkap peredaran barang haram tersebut. Terkait hal itu, Kapolres AKBP Antonius Agus Rahmanto menggelar konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis siang, (12/12/2019).

Dari Hasil kinerja Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Polda Kalimantan Timur berhasil mengamankan seorang kurir yang juga berprofesi sebagai ojek online berinisial MFR (20), warga Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, berhasil diamankan di rumahnya oleh anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto membeberkan bagaimana awal mula dilakukan penangkapan terhadap MFR.

“Awalnya tentu saja dari informasi masyarakat. Kami mendapat keterangan ada pengiriman paket narkoba jenis pil ekstasi dari Surabaya tujuan Samarinda, Kalimantan Timur lewat ekspedisi. Dan untuk mengelabuhi petugas, paket tersebut dikirim bersama pakaian bekas,” terangnya.

Sebelumnya, anggota Satreskoba mendatangi ekspedisi JNE yang disebutkan yang beralamat di Jalan Demak, Kamis, 21 November 2019.

“Disitu anggota melakukan pemeriksaan barang setelah berkoordinasi dengan pihak JNE. Dan ternyata memang benar, ada paket ekstasi sebanyak 200 butir. Ini merupakan ekstasi jenis baru yang dimasukkan dalam tumpukan pakaian bekas untuk mengelabuhi petugas,” papar perwira dengan dua melati di pundaknya tersebut.

Sesuai alamat tujuan, paket tersebut akan dikirim ke kantor JNE di Jalan A Wahab Syahrani, Kota Samarinda. Dari sini kemudian anggota Satreskoba ikut menuju Kota Samarinda untuk mencari penerima paket tersebut. Tepatnya tanggal 23 November 2019 sore, pukul 17.30 WIB, paket tersebut tiba di kantor JNE Jalan A Wahab Syahrani dan langsung diambil oleh MFR.

“Saat tersangka mengambil paket tersebut, kami bersama anggota Polda Kalimantan Timur mengikuti hingga sampai di rumah tersangka dan langsung kami lakukan penangkapan,” ujarnya.

Dari keterangan MFR, dia mengaku barang haram tersebut bukan miliknya, tetapi milik seseorang berinisial AL warga Jalan Pesut, Kota Samarinda. Dia hanya bertugas sebagai kurir dan mendapat upah setiap pengiriman sebesar Rp 750 ribu.

“Tersangka mengaku sudah dua kali menjadi kurir. Selain upah Rp 750 ribu dia juga mendapat uang makan sebesar Rp 2 juta setiap pengiriman,” kata Kapolres dengan didampingi Kasat Reskoba AKP M Yasin.

Sayangnya ketika dilakukan upaya penangkapan terhadap AL, anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polda Kalimantan Timur mendapat perlawanan, sehingga AL berhasil melarikan diri.

“Karena kondisi medan yang termasuk zona merah (rawan, red), anggota Satreskoba akhirnya saya perintahkan untuk menghentikan pengejaran. Dan sampai saat ini AL masih ditetapkan sebagai DPO,” jelasnya.

Sementara MFR langsung diterbangkan menuju Surabaya dan langsung ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjalani proses hukum lebih lanjut atas perbuatannya.

“Saat ini masih terus kami dalami kasusnya. Termasuk juga mengungkap pemilik pertama barang tersebut atau distributornya. Tentu saja untuk AL tetap kami buru sampai dapat dan kami terus berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Timur untuk menemukan keberadaan AL,” pungkasnya. (Bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed