Usir Harimau Sumatera di Aceh Utara, Tim BKSDA Datangkan Pawang

  • Bagikan
Pawang harimau Tgk Syarwani Sabi sedang melaksanakan ritual untuk menghalau harimau di perkampungan warga.

DimensiNews.co.id – ACEH UTARA – Untuk mengusir harimau Sumatera yang telah memangsa hewan ternak milik warga Desa Seureuke, Kabupaten Aceh Utara. Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Lhokseumawe harus mendatangkan pawang harimau dari Meulaboh, Aceh Barat.

Kini pawang harimau yaitu Tgk Syarwani Sabi sejak Minggu (1/12) sudah berada di Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan untuk melaksanakan ritual serta diiringi dengan doa bersama dengan masyarakat di daerah itu.

“Ritual dan doa bersama dilakukan untuk mengusir atau menghalau harimau liar itu untuk menjauh dari perkampungan warga serta tidak mengganggu dan memangsa hewan ternak warga,” ungkap Nurdin, Staf BKSDA Aceh wilayah Lhokseumawe kepada wartawan di lokasi ritual, Minggu (1/12) siang.

BACA JUGA :   Seorang Pemuda di Bungo Gantung Diri di Pohon Jengkol

Ia menyebutkan, upaya untuk mendatangkan pawang harimau itu bukan untuk membunuh satwa yang dilindungi melainkan untuk menghalau serta menghindari konflik antara harimau dengan warga.

Nurdin juga mengungkapkan, setiap ada gangguan dari harimau, tim BKSDA dari berbagai Kabupaten/Kota di Aceh selalu memakai jasa Tgk Syarwani Sabi untuk mengusir harimau dengan cara melaksanakan ritual dan doa kepada Allah SWT.

Selain manjadi pawang harimau yang selalu di panggil oleh BKSDA untuk menggunakan jasanya, Tgk Syarwani Sabi juga bekerja di BKSDA Aceh dan siap datang kemana saja guna untuk membantu BKSDA dan warga.

“Hampir bisa dipastikan setiap ritual untuk menghalau harimau yang dilakukan oleh Tgk Syarwani Sabi di berbagai daerah di Aceh sudah banyak yang berhasil serta tidak ada lagi harimau yang turun ke perkampungan warga,” sebutnya.

BACA JUGA :   Bangun Laboratorium Robotika, Unhasy Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

Ia juga menambahkan, berdasarkan hasil terawang pawang harimau itu diperkirakan berjumlah tiga ekor serta masih berada tidak jauh dari perkampungan warga, karena berdasarkan pengalaman bahwa harimau tidak akan pergi jauh selama bangkai hewan yang di mangsanya belum benar-benar busuk.

Nurdin juga berharap setelah dilaksanakan ritual dan doa bersama, harimau sumatera itu akan menjauh dari permukiman warga serta tidak memangsa hewan ternak milik warga.

Acara ritual dan doa bersama yang dipimpin pawang harimau Tgk Syarwani Sabi dilakukan di areal perkebunan milik warga Desa Seureuke, turut dihadiri oleh aparat desa serta masyarakat setempat. (Halim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses