by

Oknum Komite SMPN 89 Diduga Selewengkan Anggaran Pembangunan Masjid, Pihak Sekolah Mengaku Tidak Tahu

DimensiNews.co.id JAKARTA – Ketua dan Bendahara Komite SMP Negeri 89 di Jl. Tanjung Duren IV, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat diduga selewengkan dana anggaran pembangunan masjid di ruang lingkup sekolah.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa orang tua siswa atau anggota komite yang enggan diketahui identitasnya kepada DimensiNews.co.id, Senin (18/11/2019).

Mereka mengatakan, dana untuk pembangunan masjid itu didapat dari berbagai sumber, diantaranya ada yang dari siswa, dan ada yang dari alumni ada pula yang dari donatur dari beberapa perusahaan dari luar.

Selain itu, para orang tua juga berusaha mengajak saudara, teman, dan kerabat untuk menyumbang demi pembagunan masjid itu. Namun sekarang terhenti karena orang yang tidak bertanggungjawab..

Kondisi pembangunan masjid yang mangkrak di SMPN 89 Jakarta Barat.

Lebih lanjut sumber tersebut mengatakan, dana tersebut ditampung di dua rekening bank, yaitu Bank Mandiri dan Bank BCA. Kedua rekening itu seharusnya atas nama pengurus, tetapi dibuat nama bendahara panitia yang bernama (SI).

“Pengumpulan dana tersebut dimulai dari awal tuhun hingga Maret 2019, yang kita ketahui dari satu rekening bank mlMandiri itu jumlahnya dua ratus jutaan lebih, dan yang dari rekening BCA hingga kini kami para orang tua belum mengetahui. Setiap ditanyakan kepada ketua komite dan bendahara selalu ada alasan.” Kata sumber.

Menurutnya, pihaknya sudah berusaha untuk memanggil saudara (SI), bahkan dia juga sudah berjanji katanya November akan mengembalikan uangnya, namun hingga kini tidak ada kejelasan.

“Kita para orang tua murid dan panitia bergerak berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan cara kekeluargaan namun kita tidak bisa sendiri. Bahkan kita para wali murid sempat sepakat ingin melaporkan kasus ini ke polisi. Tetapi disarankan oleh kepala sekolah untuk tidak melaporkan kepihak polisi karena berbagai pertimbangan lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini pembangunan masjid itu saat ini mangkrak alias tidak berjalan, karena uangnya dipakai habis oleh bendahara komite sekolah yang bernama (SI) itu sekitar 160 juta.

Ia berharap kepala sekolah selaku pihak penggagas dan yang bertanggung jawab di SMPN 89 ini untuk mengambil langkah tegas atas permasalahan ini, karena ini bukan uang pribadi, ini uang sumbangan yang harus dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. Baik itu para siswa maupun donatur dari luar mempertanyakan realisasi sumbaagannya.

“Jangan sampai niat baik kita dan sekolahan tercoreng karena ulah beberapa oknum yang diberi amanah tidak bertanggungjawab itu,” ringkasnya.

Sementara itu kepala sekolah SMPN 89 melalui Humas sekolah Afriyanto mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya masalah dalam pembangunan masjid itu.

“Kami pihak sekolah tidak mengetahui ada masalah dalam pembangunan masjid di sekolahan SMPN 89, karena hal itu bukan urusan sekolah itu urusan panitia mesjid dan para komite sekolah.” Kata Afriyanto kepada wartawan, Selasa (19/11).

Lebih lanjut Afriyanto menjelaskan, kalau memang ada masalah dalam pengelolaan keuangan atau penggelapan dana itu kita akan panggil para pihak terkait, panitia dan komite sekolah untuk mengklarifikasi masalah ini.

“Yang bertanggung jawab terhadap dana itu Panitia dan Komite, pihak sekolah tidak mencampuri urusan pembangunan masjid itu. Pihak sekolah tidak mau terlibat dalam masalah itu, bahkan kami para guru juga tidak dilibatkan dalam masalah itu. Yang kami tahu saat ini pembangunan mesjid tidak bergerak.” Pungkasnya. (HL)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed