by

Sadis, Jangan Gunakan Kendaraan Pribadi Saat Mengunjungi Mall Taman Palem Cengkareng

DimensiNews.co.id, JAKARTA — Bagi pengunjung yang membawa kendaraan ke pusat perbelanjaan Mall Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat sebaiknya harus berfikir ulang dan berhati-hati. Pasalnya, pemilik kendaraan yang parkir di kawasan mall tersebut harus bersiap-siap menerima tarif mahal dan denda yang tak terduga.

Seperti yang dialami Reno (40) yang mengaku kaget setelah menerima biaya parkir dan denda senilai ratusan ribu rupiah. Tak hanya sampai di situ saja, kendaraan roda empat miliknya diduga juga mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya oleh oknum keamanan dengan penggembokan dan pengempesan ban kendaraan.

“Saya ini sebenernya juga penghuni di mall ini, meskipun hanya sewa. Tetapi saya sangat menyesalkan tindakan dan kebijakan pengelola yang seenaknya memperlakukan kendaraan saya dan memberikan denda yang menurut saya itu terlalu mengada-ada,” katanya kepada wartawan, Jum’at malam (25/10/2019).

Reno menuturkan, dirinya tidak baru kali ini saja memarkir mobilnya di kawasan Mall Taman Palem, bahkan sampai menginap beberapa hari. Menurutnya, sebelumnya tidak ada persoalan ketika kendaraannya diparkir sampai beberapa hari dengan membayar sesuai tarif parkir yang ditentukan oleh Secure Parking sebagai pihak kedua pengelola parkir.

“Sebelumnya ngga ada masalah, saya parkir sampai berhari-hari di mall ini asal membayar sesuai batas maksimum per hari yaitu Rp. 15.000. Tapi hari ini saya benar-benar sial, mobil saya digembok rodanya dan ketiga ban mobil saya dikempesin. Tak hanya itu, saya harus membayar denda dari pihak pengelola sebesar Rp. 50.000 per hari di luar tarif parkir resmi. Karena sudah 4 hari, total yang harus saya bayarkan Rp. 260.000 sampai dengan hari ini.,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, melalui kuasa hukumnya Reno berencana akan melanjutan peristiwa yang dialaminya dengan melaporkan pengelola Mall Taman Palem ke pihak kepolisian dan Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Keluhan berbeda juga dialami Suherman, driver ojek online yang menggunakan kendaraan roda empat yang mengaku sempat merugi karena menjemput penumpang di Loby Mall Taman Palem. Dirinya menganggap pengelola parkir mall sangat berlebihan dengan tidak memberikan minimum waktu kepada kendaraan yang masuk ke area parkir. Semua kendaraan yang melewati gerbang parkir harus membayar biaya minimum parkir, yaitu Rp. 5.000 untuk roda empat, dan Rp. 3.000 untuk roda dua.

“Biasanya kalau di mall atau di gedung-gedung itu ada minimum waktu. Kalau kita masuk area parkir lebih dari 10 menit baru kena biaya parkir satu jam pertama. Tetapi di mall ini sangat kejam, kita cuma lewat jemput penumpang saja sudah kena biaya parkir. Ini kan kelewatan,” ungkapnya kepada wartawan di dekat lokasi.

Menanggapi hal tersebut, Darsuli selaku Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Badan Investigasi Independen Peneliti Kekayaan Pejabat dan Pengusaha RI (BII-PKPPRI) mengatakan, dirinya sangat menyesalkan atas sikap dan kebijakan Mall Taman Palem yang dinilai keterlaluan. Karena menurutnya, sebagai penyedia fasilitas publik seharusnya memberikan kenyamanan dan pelayanan kepada pengunjung, apalagi kepada para penghuni yang menggunakan fasilitas di tempat perbelanjaan tersebut.

“Kita semua tau, kondisi mall itu sudah memprihatinkan. Selain sepi pengunjung, fasilitas di luar maupun di dalam mall juga sudah kurang layak. Contohnya, kalau kita masuk mall itu bukannya mencium aroma wangi pusat perbelanjaan tetapi mencium bau minyak urut. Lihat saja, sedikit pedagang tetapi banyak panti-panti pijat, salon, dan pedagang warung layaknya kaki lima.” kata Darsuli di kantornya saat ditemui wartawan.

Darsuli menambahkan, seharusnya pihak pengelola Mall Taman Palem harus mengevaluasi jajaran dan kebijakan yang telah dijalankan selama ini, agar pusat perbelanjaan tersebut kembali ramai pengunjung. Selain itu, pihak-pihak terkait juga harus segera kroscek kelayakan peralatan, prosedur manajemen mal terhadap pengunjung, perijinan, dan keamanan.

“Pihak pengelola harus segera evaluasi sistem dan manajemen mall, biar pengunjung kembali ramai. Dan pihak pemerintah terkait, dalam hal ini para Suku Dinas Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat yang berkaitan dengan keberadaan pusat perbelanjaan di Cengkareng tersebut. Harus dikroscek, kalau ada yang tidak melanggar aturan atau merugikan masyarakat harus ditindak tegas.” Pungkasnya. (Amy/Hambali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed