Kirab Budaya Kabupaten Malang Penuh Sesak, Ini Kata Penonton

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, MALANG – Mulai siang, Sabtu (28/9/2019), hingga malam hari jalur arah Kota Malang menuju Kabupaten Malang dan Blitar padat merayap.

Ini terjadi, karena Jalur Lingkar Barat (Jalibar) digunakan Kirab Budaya HUT Kabupaten Malang ke 1259 tahun.

Setidaknya, hampir 100 peserta kirab dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Malang ditambah 33 kecamatan, serta semua kelurahan mengikuti agenda tahunan tersebut.

Namun demikian, berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana kegiatan budaya tersebut diselenggarakan di pinggir pantai jalur lintas selatan (JLS), kali ini digelar di Jalibar. Sehingga, dengan kondisi jalan yang sempit tidak muat dengan banyaknya penonton.

Suharto (45) warga asal Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menyesalkan dengan kondisi jalan yang dilewati kirab budaya tersebut.

BACA JUGA :   Survey PRC:  Masyarakat Puas Terhadap Kinerja TNI - Polri  

“Saya datang mulai pagi, ingin menikmati kirab budaya bersama keluarga. Persiapan saya sejak pagi, eh nggak tahunya sudah di stop disuruh parkir, dan jalan kaki sangat jauh sekali,” ucap dia.

Situasi tersebut, menurut dia, di luar dugaan. “Saya kira seperti waktu di JLS seperti tahun lalu, ternyata disini sangat jauh berbeda,” tandas dia.

Oleh sebab itu, Suharto berharap, untuk tahun depan pagelaran akbar kirab budaya tidak terjadi seperti ini lagi. “Bener mas, sangat sesak sekali. Kami sebagai masyarakat tidak bisa nyaman untuk menikmatinya. Apalagi, sepertinya petugas tidak mengatur rapi penonton yang di pinggir,” pungkas dia.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Dan Budaya (Disparbud) Kab Malang, Dr Made Arya Wedhantara, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang acara rutin tahunan.

BACA JUGA :   3 Anggota DPRD Kabupaten Nias Tolak Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2017

“Kegiatan Kirab Budaya ini diikuti dari berbagai kalangan, baik masyarakat maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kab Malang,” terang dia.(Put)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses