by

2018, Kabupaten Malang Sentra Holtikultura di Indonesia

Nasri Abdul Wahid

DimensiNews.co.id – MALANG.

Berdasar data yang didapat dari, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Jawa Timur,  menunjukkan bahwa, luas lahan pertanian mencapai sekitar 30-40 persen dari total luas wilayah yaitu 2.997,05 km2.

Dalam hal ini, sekitar 14,31 persen (45.888 hektar) merupakan lahan sawah,  35,45 persen (113.664 hektar) lahan tegal/ladang/kebun , 7,06 persen (22.643 hektar) adalah areal perkebunan dan 12,50 persen (40.079 hektar) adalah hutan.

Sementara, komposisi peruntukan sektor pertanian tersebut, telah membuat Kabupaten Malang menjadi wilayah andalan dalam produk pertanian di mata nasional. Selain produksi padi yang setiap tahunnya mengalami surplus, produksi hortikultura dan perkebunan juga terus meningkat prosentase hasilnya.

“Dilihat dari kondisi topografi wilayah Kabupaten Malang, sektor pertanian hortikultura Kabupaten Malang akan menjadi salah satu sentra berskala nasional di tahun 2018. Ini bisa terjadi, untuk bidang Hortikultura, seperti bawang, kentang, wortel dan lainnya terus melonjak dan menjadikan Kabupaten Malang sentranya di skala nasional,” kata Kepala Dinas TPHP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid, Senin (30/10/2017).

Menurut Nasri, ada sekitar 20 komoditas sayuran dan 21 komoditi buah-buahan yang potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Malang. Produksi sayuran ini rata-rata mengalami peningkatan sedangkan untuk produk buah-buahan fluktuatif setiap tahunnya, sedangkan untuk produk hortikultura didominasi oleh bawang merah dengan total luas panen tanaman 4.222 hektar.

“Tentunya, menempatkan produk pertanian diskala nasional bukanlah pekerjaan ringan. Selain kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah yang wajib berada di pihak petani. Juga infrastruktur dan pendampingan secara kontinyu menjadi bagian tidak terpisahkan dalam mencapai posisi tersebut,” tandas dia.

Dinas TPHP Kabupaten Malang yang didukung dengan kebijakan pro petani Bupati Malang yang terkenal sangat peduli sector pertanian di wilayahnya, telah membuat seluruh program kedinasan di pertanian berjalan sesuai target dan  harapan. Berbagai bantuan bibit dan pupuk semenjak tahun 2017 ini terus mengucur ke berbagai wilayah sentra hortikultura di Kabupaten Malang. Tidak sekedar hanya memberikan bantuan saja, dinas dibawah komando Nasri ini juga terus menginstruksikan para penyuluh lapangan pertanian di tingkat desa untuk terus melakukan pendampingan petani.

“Seluruh penyuluh pertanian terus bergerak dalam hal ini. Kita juga bisa memantau berbagai permasalahan di lapangan dengan alat-alat komunikasi pertanian berbasis internet yang kita ciptakan. Jadi untuk hortikultura ini, kita tidak hanya selesai di wilayah bantuan saja ke petani. Tapi ada tindaklanjut dengan pendampingan dari karyawan kita,” pungkas dia. (Putut)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed