Paoji Nurjaman Minta Disdagin Intensif Awasi Harga Bahan Pokok Jelang Idul Fitri

  • Bagikan

SUKABUMI – Menjelang perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Paoji Nurjaman, meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) untuk mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok di pasaran.

Hal tersebut disampaikan Paoji pada Kamis (7/3/2026). Ia menilai pengawasan yang ketat sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari raya.

Menurutnya, peningkatan permintaan masyarakat menjelang Lebaran sering kali berdampak pada kenaikan harga di pasar tradisional maupun pusat penjualan lainnya. Jika tidak diawasi secara serius, kondisi tersebut dapat memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

BACA JUGA :   LBH Pospera Banten Dukung Polresta Tangsel Ungkap Kasus Perampok Toko Perhiasan di Serpong

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau tahun 2026, saya meminta pemerintah melalui Disdagin untuk terus memantau harga bahan pokok di para pedagang. Kita khawatir harga akan merangkak naik secara signifikan menjelang hari raya, dan tentu hal ini bisa memberatkan masyarakat,” ujar Paoji.

Ia menegaskan bahwa pengawasan rutin dan terkoordinasi menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Selain pemantauan, pemerintah juga diharapkan dapat mengambil langkah cepat jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar.

Dengan adanya pengawasan yang intensif, Paoji berharap masyarakat dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Harapan kami, harga bahan pokok dapat terpantau dengan baik sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan nyaman tanpa terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.*(Asep)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses