Diharapkan, siswa tidak sekedar tahu dengan apa yang diperoleh, namun lebih paham dengan apa yang dipelajari.
“Integrasi antara teknologi, pedagogi, dalam mempelajari sebuah pengetahuan akan semakin menguatkan pemahaman siswa terhadap IPA, sehingga dapat diformulasikan IPA yang diajarkan dengan benar akan mampu dikuasai dengan baik oleh siswa,” imbuhnya.
Adapun sebagai materi penutup, Nara sumber Dr. Sifak Indana, M.Pd., dan Dr. Sukarmin, M.Pd., silih berganti memberikan beberapa panduan praktis kepada para peserta workshop tentang ‘Penyusunan Bahan Ajar Berbasis TPACK’.
Materi tersebut berfungsi sebagai panduan saat merancang materi pembelajaran yang memadukan pengetahuan teknologi, strategi pembelajaran, dan materi pelajaran secara sinergis sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.
Ratna Rachmawati, salah satu peserta Online Workshop mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya kegiatan ini. “Senang, saya dapat tambahan Ilmu,’ ujarnya.
Senada, Moch Muhajir yang turut dalam Online Workshop itu pula juga berharap adanya kegiatan yang berkesinambungan seperti ini lagi.
“Memperoleh ilmu baru, semoga bisa dilanjutkan. Terutama pelatihan secara Offline,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, guru-guru IPA di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam menyusun bahan ajar berbasis TPACK.
Selain meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh dunia, Implementasi TPACK dalam pembelajaran diharapkan dapat menghasilkan generasi yang penuh percaya diri dan berkompeten dalam penguasaan teknologi serta konten pembelajaran. [By]
















