Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, TPID Lhokseumawe Gelar High Level Meeting

  • Bagikan
Pose bersama usai kegiatan High Level Meeting (HLM) bersama TPID Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Lhokseumawe mengadakan High Level Meeting (HLM) untuk membahas program TPID Lhokseumawe sepanjang tahun 2022 dalam menghadapi 1443 Hijriah mendatang.

Dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) itu juga dihadiri oleh Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Wakil Walikota Muhammad Yusuf, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe Gunawan, Kepala Bulog Mufti, Sekdako Lhokseumawe T. Adnan serta segenap unsur TPID Lhokseumawe, Selasa (8/3) di Kantor Walikota Lhokseumawe.

Sebelum TPID Lhokseumawe melaksanakan rapat dengan unsur terkait juga ikut menghadiri rapat pembukaan HLM Provinsi Aceh secara daring, pada kesempatan itu, TPID Provinsi Aceh memaparkan tentang perkembangan makroekonomi Aceh, evaluasi kinerja TPID, dan rancangan program ke depan untuk TPID se-Aceh.

BACA JUGA :   HUT Lions Club Jakarta Monas Ke 40 Brigjen Bambang Sudono Mendapatkan Kejutan

Dan TPID Aceh juga menyampaikan hasil kajian neraca pangan yang mencakup 12 komoditas bahan makanan yang berpengaruh pada tingkat inflasi.

Dalam HLM TPID Lhokseumawe juga menyampaikan inflasi Kota Lhokseumawe tetap berada di bawah target, yakni 1,97% (year-on-year). Selain itu, program kerja TPID yang sudah baik dapat dilanjutkan di tahun 2022 dengan peningkatan yang sesuai dengan keadaan saat ini.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Gunawan, menyampaikan apa saja faktor terjadinya perubahan harga, baik secara global, nasional, dan lokal, serta apa saja yang perlu dijaga melalui optimalisasi 4K yang terdiri dari Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, Keterjangkauan harga, dan Komunikasi efektif.

BACA JUGA :   Percepat Bangun 421 BTS di NTT, Menteri Johnny Minta Dukungan Penuh Pemda

Agar pengendalian inflasi bisa terlaksana dengan baik, pihaknya mendorong kerjasama antar daerah dalam mendukung terjaganya tingkat pasokan, pentingnya pemantauan kelancaran distribusi komoditas inflasi yang dilakukan oleh satgas pangan.

“Diperlukan kebijakan pemerintah dalam menentukan harga, serta melakukan kegiatan untuk mendorong masyarakat agar tetap melakukan pola belanja yang baik,” kata Gunawan.

Pihaknya juga berharap kepada seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjaga tingkat harga di Lhokseumawe dan program kerja yang disusun dapat dijalankan 100% sepanjang tahun 2022.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses