by

Guru Besar Ekonomi IPB Beri Masukan Soal Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

JAKARTA – Tantangan perekonomian pasca pandemi adalah bagaimana menangani Covid-19 dan mutasi-mutasinya, seraya berusaha memulihkan ekonomi yang berkelanjutan, efisien dan berkeadilan.

Hal itu dinyatakan Prof. Dr. Didin S. Damanhuri, Guru Besar Ekonomi Institut Pertanian Bogor, dalam Webinar Obrolan Hati Pena #21 di Jakarta, Kamis malam (13/1).

Acara yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA itu dipandu oleh Anick HT dan Swary Utami Dewi.

Dalam presentasinya, Didin menunjukkan dampak Covid-19 sebagai new reality. Urutannya adalah: keadaan normal, keadaan krisis, keadaan anomali, proses rekonstruksi atau teori baru, dan terakhir ada keadaan baru dengan paradigma teori baru.

Menurut Didin, pandemi Covid-19 telah meruntuhkan paradigma teori yang menjadi dasar terjadinya globalisasi, bahkan peradaban yang melingkupinya.

“Kebijakan lockdown juga berdampak bagi ekonomi dunia,” kata Didin. Pandemi Covid-19, keadaan tanpa batas, hilang digantikan oleh keadaan lockdown seluruh dunia (the great lockdown). Kemakmuran dunia yang diukur oleh GDP juga merosot tajam.

Fenomena baru ini bertolak belakang dengan globalisasi. Bukan hanya kondisi lockdown yang keadaannya tidak akan persis sama dengan globalisasi sebelum pandemi. “Namun, dunia pasca Covid-19 pun diperkirakan akan ada perubahan dalam peradaban umumnya dan perekonomian pada khususnya,” ujar Didin.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed