BPNT di Kecamatan Wanareja Berjalan Aman Kondusif Sesuai Harapan

  • Bagikan

CILACAP – Dengan adanya kerjasama yang baik antara segenap jajaran pengurus paguyuban agen serta supplier, TKSK, dan Tikor di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap membuat penyaluran dan pendistribusian BPNT lancar, aman, dan kondusif.

Hal tersebut disampaikan oleh Herwanto, salah satu pengurus paguyuban agen yang ikut berkunjung ke agen BPNT bersama awak media, Selasa (3/08/2021).

Salah satu agen di Kecamatan Wnareja yaitu agen Imam saat dikunjungi awak media mengatakan bahwa pelayanan BPNT kepada KPM selama ini sudah berjalan dengan baik aman dan kondusif.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Jahroh, salah satu KPM yang mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya BPNT, sehingga perekonomiannya terbantu apalagi saat pandemi Corona seperti ini.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa, Kementerian Sosial dalam program bantuan pangan non tunai yang dimulai sejak 2017 yang merupakan transformasi dari program sebelumnya, yaitu program subsidi beras sejahtera (rastra) sebagai upaya pemerintah untuk terus memperbaiki mekanisme pelaksanaan penyaluran bantuan pangan untuk keluarga miskin.

BACA JUGA :   Terminal BBM & LPG Di Pastikan Aman Pasca Gempa

Dengan perubahan transformasi rastra menjadi BPNT, pemerintah melakukan penyempurnaan dan mengubahnya menjadi program bantuan pangan non tunai dan tahun 2020 berubah lagi namanya menjadi BSP (Bantuan Sosial Pangan).

Sembako Dalam program tersebut, penyaluran bantuan dilakukan melalui Basis Data Terpadu (BDT) dan melakukan pendampingan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan(TKSK).

E-warong merupakan agen bank, pedagang atau pihak lain yang telah bekerja sama dengan bank penyalur bantuan dan sudah ditentukan sebagai tempat pencairan, penukaran dan pembelian bahan pangan oleh KPM. Seperti di warung, toko kelontong, warung desa, Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual bahan pangan, atau usaha eceran lainnya.

Pemerintah mentransfer dana sebesar Rp 200.000 per KPM, per bulan melalui himpunan bank negara (Himbara) yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN.

BACA JUGA :   Polres Bantaeng Gelar Upacara HUT Satpam ke-39

“Dana tersebut oleh KPM digunakan untuk membeli bahan pangan berupa beras, telur, buah dan lain-lain melalui warung elektronik e-Warong yang telah ditetapkan sebagai penyalur BPNT dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera.” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama ketua paguyuban agen BPNT Kecamatan Wanareja Asep S kepada awak media ini mengatakan bahwa, “Selama ini terkait BPNT di Keamatan Wanareja telah berjalan dengan baik aman dan kondusif,” ungkapnya.

Terkait adanya sedikit rumor yang dihembuskan oleh pihak tertentu yang mengkaitkan tentang pekerjaannya yang menjadi perangkat desa dan dipercaya oleh bank sebagai agen pihaknya mengatakan bahwa syarat menjadi E-warong adalah nasabah bank yang memiliki warung dan dipercaya serta dipandang oleh bank mampu menjalankan program dengan baik sehingga penentuan agen merupakan kewenangan dari pihak bank.

BACA JUGA :   Sukabumi Jadi Lokasi Pencalonan Dandim,Ade Setiawan : Energi Positif Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat

Sementara itu aktifis dan juga pengamat publik Kabupaten Cilacap Kusyanto menangapi terkait Rumor atau isu yang di hembuskan oleh pihak tertentu tentang BPNT di kabupaten Cilacap secara umum mengatakan bahwa

“Secara umum BPNT di Kabupaten Cilacap telah berjalan dengan baik adapun ada kekurangan di sana–sini tentu wajar sebagai bahan untuk perbaikan lagi,’ Uugkapnya.*(Sangidun)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses