Tidak Ada Klaster Baru Covid-19, Pemkab Wonogiri Buka Obyek Wisata

  • Bagikan

WONOGIRI – Obyek Wisata di Kabupaten Wonogiri ditutup selama Lebaran kemarin. Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19.

Sepekan setelah lebaran Pemkab Wonogiri melakukan evaluasi dan diketahui hingga akhir pekan lalu tidak ditemukan adanya klaster penularan Covid-19 baru. Pada sisi lain penambahan kasus terkonfirmasi positif terpantau landai.

Menyikapi hasil evaluasi tersebut, Pemkab Wonigiri memutuskan membolehkan pengelola membuka tempat wisata mulai Senin (24/5/2021). Keputusan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran atau SE.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo pada Selasa (25/5/2021) di Sekretariat Daerah. Meskipun sudah dibuka, Bupati Joko Sutopo meminta pengelola obyek wisata harus menerapkan protokol kesehatan di tempat rekreasinya.

BACA JUGA :   Empat Pemuda Dicokok Polisi Saat Pesta Sabu

“Keputusan ini kami sudah menyampaikan secara lisan kepada para pengelola tempat wisata di Wonogiri. Saya juga sudah meminta Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata untuk membuka tempat wisata yang dikelola Pemkab,” kata orang nomor satu di Wonogiri tersebut.

Bupati Joko Sutopo juga mewajibkan pengelola harus memastikan petugas internal dan pengunjung disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain itu pengelola objek wisata di Wonogiri wajib pula membatasi jumlah pengunjung agar protokol jaga jarak dapat dijalankan dengan efektif.

“Tim akan memonitor persebaran Covid-19 di Wonogiri. Kebijakan penutupan atau pembukaan tempat wisata ini tergantung pada persebaran Covid-19 dan potensi penularannya,” tandas lelaki yang akrab dipanggil Jekek tersebut.

BACA JUGA :   Warga Mengeluh Jalan Berlubang, Akhirnya Satlantas Lhokseumawe Turun Tangan

Sementara itu Pardiyanto selaku Kepala UPTD Pengelola Objek Wisata Wonogiri menginformasikan Wisata WGM dan tempat wisata lain yang dikelola Pemkab sudah buka sejak Senin.

“Keputusan ini diambil karena berdasar SE Bupati penutupan hanya sampai 23 Mei. Sambil menunggu kebijakan Bupati selanjutnya dia memutuskan untuk membuka tempat wisata,” ujar Pardiyanto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses