Kapolres Bersama Forkopimda Tulungagung dan Tokoh Masyarakat Ikuti Screening Jelang Vaksinasi Covid-19

  • Bagikan

TULUNGAGUNG – Program vaksinasi Covid-19 segera dimulai di Kabupaten Tulungagung, program vaksinasi itu akan diawali dengan suntik vaksin untuk pejabat dan tokoh masyarakat. Screening atau penyaringan pun mulai dilakukan Rabu (27/01/2021), sebelum suntik vaksin Covid-19 diberikan.

Bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto SH SIK MH Bersama Forkopimda Kabupaten Tulungagung mulai dari Sekda Kabupaten Tulungagung, Ketua DPRD Tulungagung, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Kepala Pengadilan Negeri Tulungagung, Komandan Kodim 0807 Tulungagung dan sejumlah tokoh masyarakat mengikuti screening vaksinasi Covid-19.

Sekitar 20 Pejabat dan tokoh masyarakat nampak melakukan Screening untuk memastikan mereka siap mengikuti proses vaksinasi yang dilakukan mulai Kamis (28/01/2021) di Tulungagung.

BACA JUGA :   Capai 61 Orang, Jubir Covid-19 Asahan Minta Warga Waspada

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmad mengatakan, mulai besok secara simbolis Forkopimda dan tokoh masyarakat secara simbolis mengikuti vaksinasi di Pendopo kemudian dilanjutkan dengan vaksinasi untuk Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang di Fasilitas Kesehatan.

“Screening ini kan persiapan sebelum kita lakukan vaksinasi mulai besok Kamis, sama juga nanti masyarakat yang akan divaksin akan di screening,” Ujarnya.

Beberapa pejabat serta tokoh masyarakat calon penerima vaksin pun dicek kesehatannya. Mulai dari tekanan darah, suhu tubuh, gula darah, hingga tes rapid antigen.

Kasil menjelaskan, screening juga dilakukan untuk Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang bakalp memulai vaksinasi besok Kamis.

Dari hasil screening untuk sementara terdapat 5373 Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang kesehatan yang akan mengikuti Vaksinasi pada tahap pertama ini, selanjutnya vaksinasi akan dilakukan untuk kelompok kelompok masyarakat lainnya.

BACA JUGA :   BNPT Gandeng Tokoh Lintas Agama Lawan Paham Radikal dan Intoleran

“Data itu terus berkembang ya, inikan update terus kita, sampai saat ini jumlahnya itu 5373 nakes yang masuk dalam daftar,” jelasnya.

Kasil menyebut, sebelum mengikuti Vaksinasi, masyarakat juga akan melakukan screening oleh petugasm screening dilakukan dengan meminta keterangan riwayat penyakitnya hingga kondisinya saat ini.

Screening ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan penerima Vaksin sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses lanjutan usai penyuntikan vaksin pertama yang dilanjutkan dengan proses selanjutnya yang dilakukan 2 minggu kemudian, begitu juga dengan potensi adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Nanti akan dijelaskan oleh petugas, mulai dari meja 1 sampai meja 4, termasuk penjelasan kalau nanti ada kejadian Ikutannya bisa kemana lapornya dan lain lain,” pungkasnya.

BACA JUGA :   TNI AD Bersama Kementan dan BNI Siapkan ATM Beras Gratis Bagi Warga Terdampak Corona

“Mereka yang dipilih untuk petugas vaksinisasi terdiri dari dokter, bidan dan perawat yang ahli di bidangnya serta telah mendapatkan pelatihan terlebih dahulu untuk melakukan vaksinasi,” jelasnya.*(Cristian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses