Sambut HBN 2020, Pemkab Madiun Gelar Seminar Integrasi Bangsa

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) menggelar kegiatan “Seminar Integrasi Bangsa” di Ruang Rapat Eka Kapti Lantai II Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun di Kota Caruban, Kecamatan Mejayan.

Dalam kegiatan itu, Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun selain menghadirkan 4 orang narasumber juga peserta seminar yakni dari Kader Bela Negara, siswa SMK/SMK, Mahasiswa, Perguruan Pencak Silat, Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda maupun Ormas Keagamaan yang ada di Kabupaten Madiun.

Keempat narasumber itu yakni Bambang Silistyohadi, sekretaris Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC-BPK)’45 Kabupaten Madiun. Kapten ARM Ragil Nurcahyo Anwar, pasi Ops Kodim 0803 Madiun. Sigit Sapto Nugroho, dosen Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun dan Ketua TP-PKK Kabupaten Madiun Penta Lianawati Ahmad Dawami.

Kepala Bakesbangpoldagri Kabupaten Madiun Sigit Budiarto menyampaikan “Seminar Integrasi Bangsa” dengan tema “Menguatkan Semangat dan Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Demi Terwujudnya Indonesia Maju di Tengah Tatangan Global” dilaksanakan dalam rangka menyambut peringatan Hari Bela Negara (HBN) Nasional yang diperingati setiap tanggal 19 Desember 2020.

BACA JUGA :   Kurang Dari 24 Jam, Pelaku Penganiaya Anggota TNI Diringkus Polisi

“Jadi kegiatan seminar integrasi bangsa dilaksanakan, karena memang penting. Kita inginnya semua kondusif. Kami ingin terintegrasi semuanya komprehensif, bahkan mampu menjelaskan dan menumbuhkan semangat bela negara dari DHC-BPK’45 tentang jiwa semangat nilai (JSN)’45,” ujarnya, Kamis 17 Desember 2020.

Kemudian dari Kodim 0803 Madiun, kata dia, terkait perspektif TNI. Lalu dari akademisi yang mengupas, bagaimana peran perguruan pencak silat dalam rangka menumbuhkan semangat bela negara. Materi terahir adalah terkait nilai-nilai keluarga dalam menumbuhkan semangat bela negara disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Madiun.

“Jadi, kedepan tantangan kita tidak ringan. Kita punya tantangan radikalisme dan tantangan terorisme yang bisa muncul sewaktu-waktu. Kemudian ada berita-berita hoax, dan sebagainya. Itulah yang ingin kita kikis, tentu lewat menumbuhkan semangat bela negara diantara generasi. Karena merekalah yang nanti akan meneruskan tongkat estafet perjuangan bangsa, untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa ini,” jelasnya.

BACA JUGA :   Pemukulan Kentongan Tanda Pemkab Sukoharjo Siap Penanggulangan Bencana

Sigit Budiarto mengungkapkan saat itu bahwa pihaknya telah melaunching icon “Kampung Pesilat Indonesia”, maka diharapkan nilai-nilai spirit perjuangan yang terwujud, termakdub dalam pencak silat bisa merefliskan nilai-nila bela negara.

“Jadi pencak silat itu, tidak hanya dengan ansih (dirinya sendiri) maupun kegiatan pencak silat sebagai olahraga saja. Tapi, juga bisa mengembangkan semangat bela negara. Itu yang kita raih. Makanya, kita kupas tema-nya dengan peran pencak silat dalam upaya menumbuhkan bela negara,” katanya.

Ia mengakui meski di Kabupaten Madiun baru memiliki 5 orang kader bela negara, namun dirinya sangat optimis bahwa kedepannya akan dilakukan pengembangan kader-kader di mamsing-masing kecamatan. Bahkan tidak hanya itu, tapi pihaknya juga akan membekali pendidikan terhadap kader-kader bela negara yang dimiliki Kabupaten Madiun. Hal itu tentunya, setelah terintegrasi.

BACA JUGA :   Wagub Minta Duta Forum Pelajar Indonesia Beri yang Terbaik untuk NTB

“Kami dari Pemkab Madiun bersama jajaran TNI Kodim 0803 Madiun, Polres Madiun maupun instansi terkait akan mendampingi serta mendidik kader-kader tersebut. Dengan maksud sebagai kader bela negara agar siap membantu tugas-tugas pemerintah, baik ditanggap bencana maupun pencapaian misi-misi dan sebagainya di masing-masing kecamatan,” tegasnya.

Sigit Budiarto menambahkan meski para kader bela negara yang dimilik Kabupaten Madiun baru dibentuk, namun mereka sudah terjun disejumlah kegiatan-kegiatan baik di keagamaan maupun ormas kepemudaan.

“Ini memang kedepannya akan kita tambah lagi, jadi tidak hanya 5 orang kader bela negara. Tapi nantinya di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun, juga akan kami bentuk kader bela negara kecamatan,” paparnya.*all

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses