oleh

Warga Keluhkan Saluran Air di Jalan Benda Raya Kamal Dipenuhi Sampah dan Lumpur

DimensiNews.co.id JAKARTA – Memasuki musim penghujan di akhir tahun Pemerintah Kota Adminitrasi Jakarta Barat gencar dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya banjir atau genagan di berbagai wilayah yang di nilai rawan banjir.

Namun kondisi itu berbanding terbalik dengan yang dirasakan warga RT01/05 Kelurahan Kamal Kecamatan Kalideres Jakarta Barat keluhkan saluran air di jalan benda raya sudah di penuhi lumpur dan sampah belum tersentuh petugas.

Warga setempat menyebut kondisi seperti itu terjadi sudah cukup lama tidak di sentuh pasukan Orage Kelurahan Kamal atau Pasukan Biru SDA.Sehingga saluran penghubung itu menjadi dangkal dipenuhi lumpur dan sampah.

Asut Sukarsa warga setempat mengaku,saluran air tersebut sudah cukup lama tidak tersentuh pengerukan oleh petugas terkait.

“Sudah lumayan lama salran air ini tidak di bersihkan,sehingga sampah dan lumpur menumpuk dan air tidak bisa mengalir karena sampah dan lumpur.”kata Asut.(17/12/2020)

 

Asut menjelaskan,meski tidak terjadi banjir, namun membuat warga merasa khawatir akan berdampak pada genangan dan juga dapat menimbulkan berbagai penyakit.kata dia

Hal senada juga di ugkapkan Ikshan warga lainnyakondisi saluran air dipenuhi sampah dan terlihat dangkal sudah berjalan cukup lama. Akan tetapi, hingga sejauh ini belum ada upaya pengurasan lumpur disaluran itu dari instansi terkait. Padahal kata dia saat ini, sudah mulai memasuki musim penghujan.

“Ya kita sebagai warga cukup prihatin saja dengan kondisi seperti ini,selain kotor dan air pun sudah tidak bisa mengalir karena lumpur dan sampah yang memenuhi saluran itu.Kalau saluran bersih warga juga nyaman dan sehat.”katanya

Dengan kondisi itu, Warga berharap kepada instansi terkait agar segera melakukan refungsi atau pengurasan terhadap lumpur saluran air yang ada di jalan Benda Raya itu.(hl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed