DimensiNews.co.id, ACEH UTARA – Bencana banjir di sebagian besar wilyah di Kabupaten Aceh Utara semakin meluas, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib memerintahkan semua SKPK dan unsur terkait lainnya untuk mengambil langkah-langkah tanggap bencana dalam menghadapi banjir yang terjadi sejak Jumat akhir pekan lalu. Senin (7/12)
“Melihat kondisi banjir di berbagai kecamatan di Aceh Utara semakin parah, sehingga seluruh SKPK beserta seluruh unsur terkait untuk mengambil langkah tanggap bencana serta terus meng-update situasi dan melakukan langkah langkah yang diperlukan,”tegasnya.
Menurutnya, Pemkab Aceh Utara beserta unsur TNI/Polri telah bekerja maksimal dalam melakukan berbagai langkah dalam menghadapi bencana banjir ini.
Namun terpenting yang ingin saya sampaikan, lanjutnya, bahwa menyangkut bendungan Krueng Pase dengan permasalahan yang juga sangat komplit. Mulai dari pemilik lahan yang sampai saat ini terus bertahan dengan cara pandangnya hingga persoalan-persoalan lain yang belum tuntas hingga saat ini.
“Untuk itu, perlu mengintegrasikan kewenangan dan peran Pemkab, Pemprov dan Pemerintah Pusat, saya sebagai Bupati Aceh Utara berharap kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk memprioritaskan permasalahan bendungan Krueng Pase untuk meminimalisir terjadi bencana banjir,” sebutnya.
“Ini bukan masalah banjirnya saja, tetapi juga menyangkut hasil tanam, ternak dan harta benda masyarakat yang setiap tahunnya merugi akibat imbas banjir,” ungkap Bupati yang biasa disapa Cek Mad itu.
Kepada masyarakat Aceh Utara yang saat ini ditimpa bencana banjir, Cek Mad menyatakan turut prihatin dan berduka atas musibah tersebut.
“Mohon doa dari semua pihak, mudah-mudahan semua yang kita hadapi saat ini segera berakhir. Saya yakin pembangunan bendungan Krueng Pase segera terealisasi, meskipun harus saya pertaruhkan jabatan saya sebagai Bupati Aceh Utara,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Kepala BPBD Aceh Utara untuk segera mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan PT PLN, PDAM dan PT Telkom agar memastikan dalam kondisi banjir ini masyarakat tetap mendapatkan pelayanan prima, khususnya terhadap ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan komunikasi.
“Jaringan listrik agar secepatnya dapat dipulihkan di daerah-daerah yang terdampak banjir, begitu juga air PDAM dan jaringan Telkom. Kami minta agar bertindak cepat agar kebutuhan air dan komunikasi masyarakat tidak terganggu,” harap Cek Mad.
















