Ribuan Warga SAD Terancam Tidak Bisa Nyoblos di Pilkada Jambi, Ini Penjelasan KPU 

  • Bagikan

DimensiNews.co.id.JAMBI.Dari data diterima komunitas konservasi Indonesia Warsi Jambi ada sebanyak 5.235 orang Suku Anak Dalam (SAD) yang tergolong Dari suku talang mamak, batin Sembilang, orang
rimba dan suku duano di Provinsi Jambi.

Ribuan Suku Anak Dalam (SAD) Jambi terancam tidak ikut pemilihan kepala daerah. dengan alasan tidak mempunyai kartu tanda penduduk eletronik. Untuk ikut Pemilihan kepala daerah tanggal 9 Desember 2020. sedangkan data SAD yang terdaftar ikut memilih sebanyak 2.150 orang. Sabtu (20/11/2020)

Kordinator Pelayanan Komunitas Konservasi Indonesia Warsi Jambi, Putri mushandri mengatakan, di Provinsi Jambi ada 5.235 orang rimba.

“Kalau soal data Pilkada kita tidak tau namun banyaknya rimba di jambi kita data 2018 itu sebanyak 5.235 orang diantaranya, suku talang mamak, batin sembilang, orang rimba dan suku duano,”jelasnya

BACA JUGA :   Polemik POP Kemendikbud, Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Al Kamal Jakarta Angkat Bicara

Sementara itu, Komisioner KPU Jambi, Sanusi membenarkan masih banyak SAD yang tidak memiliki e-KTP sehingga tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilihan tanggal 9 desember 2020.

“Data diterima KPU Provinsi Jambi dari Kabupaten dan kota ada 2.150 SAD yang masuk DPT,”ujarnya.

Dikatakan Sanusi, terkait adanya SAD yang tidak masuk DPT memilih justru SAD menuntut ketika adanya dialog antara KPU dengan SAD namun kita tidak bisa berbuat banyak karena adanya aturan undang-undang regulasi baru harus pakai e-KTP.

“Hasil dialog, SAD menuntut menyampaikan kami yang ada disini tanpa e KTP bisa memilih dan itu keinginan mereka,”jelasnya

Sanusi mengungkapkan, terkait SAD sampai hari ini belum ada regulasi khusus agar bisa memilih sehingga menjadi keprihatinan dan sebelumnya SAD boleh memilih sebelum regulasi mengatur namun karena ada aturan baru tidak boleh lagi.

BACA JUGA :   Tidak Ada Klaster Baru Covid-19, Pemkab Wonogiri Buka Obyek Wisata

“e-KTP yang membuat sebagian warga SAD masuk DPT dan ada yang tidak masuk e-KTP menjadi tantangan kita semua,”jelasnya jumat, 20 november 2020.

Reporter : Barax

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses