DimensiNews.co.id TULUNGAGUNG – Upaya menumbuh kembangkan perkoperasian dilakukan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, salah satunya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Simpan Pinjam (KSP) serta Unit Simpan Pinjam (USP). Kegiatan di buka Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung, Slamet Sunarto, di Lotus Cafe & Coffe house Desa Ketanon, Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Senin (02/11/2020).
kegiatan yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari mulai hari ini Senin 02 – 04 November 2020 oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo tersebut diikuti oleh 30 orang pengurus atau pengelola koperasi se Kabupaten Tulungagung.
Slamet mengatakan koperasi dan UKM mempunyai kontribusi penting di berbagai sector, baik ekonomi, politik maupun sosial. Kedudukan koperasi dan UKM mampu menopang sendi-sendi ekonomi kerakyatan. Ia katakan koperasi merupakan salah satu pilar perekonomian yang mendapatkan perhatian pemerintah daerah maupun pusat.“
Pemkab akan terus berupaya menumbuh kembangkan perkoperasian di Tulungagung. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Bimtek Manajemen perkoperasian seperti ini,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan seperti ini akan meningkatkan pengetahuan dan informasi pengelola koperasi tentang perkoperasian. Seperti halnya informasi tentang sasaran layanan yang diberikannya. Apakah koperasi yang dikelola tersebut sebagai badan hukum usaha koperasi atau sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM).
Sementara itu Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan, Mohani S. Sos, MM menuturkan Bimtek kali ini, pengelola koperasi simpan pinjam maupun koperasi wanita terampil dalam mengurus koperasinya. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mereka, maka koperasi di Kabupaten Tulungagung akan semakin maju dan berkembang. Selain itu dengan Bimtek seperti ini lanjut Mohani, pengelola koperasi akan memahami peraturan-peraturan perkoperasian yang ada.
Mohani juga berharap perkoperasian yang bergerak disektor keuangan semakin maju dan berkembang. Dengan demikian akan memperluas kesempatan bagi anggota dan masyarakat melakukan kegiatan produktifitasnya.
“ke depan tata kelola keuangan dapat dipahami pengelola koperasi secara berkelanjutan. “Tentu harapan saya, tata kelola keuangan dapat dipahami pengelola koperasi,” tutupnya.(Cristian)
















