Tulungagung ‘Kebut’ Pemulihan Sektor Pariwisata, Dengan Cara Pemasaran Lewat Teknologi

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, TULUNGAGUNG – Dalam rangka pulihkan ekonomi dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah pandemi COVID-19. Pemerintah Kabupaten Tulungagung akan terus genjot pengembangan wisata yang awalnya dipasarkan secara konvensional, kini mulai merambah menggunakan sarana informasi digital.

Bupati Maryoto Bhirowo saat membuka pelatihan tata kelola destinasi wisata tahun 2020 di Hotel Narita, menyampaikan pemasaran secara digital atau berbasis teknologi dilakukan dengan media sosial, yang kini mulai marak digunakan oleh masyarakat, Selasa (6/10/2020).

“Peran Information Technology (IT) lewat sosial media (sosmed) sangatlah penting sekali dalam promosi kepariwisataan. Sehingga terhadap potensi yang ada setiap wilayah mempunyai karakteristik berbeda, perlu dikelola secara baik agar memberi kesan kepuasan terhadap wisatawan yang datang,” ungkap Maryoto.

BACA JUGA :   RPTRA Kalijodo Menjadi Saksi Sejarah Penyerahan Api Obor Asian Games 2018

Dirinya mencontohkan kini sudah sekitar 40-50 persen tempat wisata buatan yang mulai beroperasi. Saat ini terdapat beberapa Desa dan masyarakat yang mulai membuka rintisan wisata alam di Desa, dengan memanfaatkan lahan desa maupun perhutani.

“Sekarang para pemuda desa sudah banyak yang membuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk melestarikan dan menjaga alam, sehingga mampu menyumbang pendapatan untuk desa”, imbuhnya.

Di masa pandemi ini, PAD pariwisata mengalami penurunan. Kondisi ini sudah mengalami pemulihan secara perlahan, sekitar 40 persen dari target pertahun.

Meski anggaran untuk pengembangan pariwisata harus berbagi dengan anggaran penanganan COVID-19, namun pengelolaannya akan lebih dimaksimalkan.

Di tengah pandemi Corona ini anggaran pemerintah daerah memang terjadi refokusinh anggaran untuk penanganan COVID-19. Akibatnya berdampak terhadap menurunnya angka PAD yang mayoritas diperoleh dari sektor pariwisata.

BACA JUGA :   Wartawan Harus Paham PPRA dan SPPA

Lebih lanjut Maryoto mengatakan, pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih terus berlanjut membuat semua sektor perekonomian mengalami krisis, termasuk pariwisata.

“Saat ini pemerintah sedang berusaha memulihkan perekonomian, dengan mulai mengaktifkan kembali kegiatan perekonomian seperti pasar dan lokasi wisata, namun tetap menjalankan protokol kesehatan,” tutup Maryoto.*(Cristian)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses