DimensiNews.co.id, ACEH UTARA – Sebanyak 177 orang tenaga Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Aceh Utara secara resmi mendapat perlindungan sosial dari BPJAMSOSTEK diantaranya jaminan kematian dan kecelakaan kerja.
Penyerahan kartu BPJAMSOSTEK secara simbolis kepada ratusan pendamping PKH dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf usai mengikuti sosialisasi program manfaat jaminan kematian dan kecelakaan kerja oleh BPJAMSOSTEK Lhokseumawe yang berlangsung di Gedung Panglateh, Lhoksukon, Rabu(22/7).
Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf usai menyerahkan kartu BPJAMSOSTEK secara simbolis kepada pendamping PKH mengatakan, dengan adanya jaminan perlindungan maka para pendamping PKH dapat melaksanakan tugas dilapangan dengan nyaman.
“Kinerja pendamping PKH sangat membantu pemerintah dalam menyajikan data-data yang otentik dan akurat, sehingga bantuan sosial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat PKH lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu, pendamping PKH juga diminta untuk mengawasi agen-agen e-Warung yang ditunjuk sebagai penyalur bantuan pemerintah baik berupa bantuan sembako dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Saya sering menerima laporan tentang adanya agen e-Warung yang melanggar aturan yang telah ditetapkan seperti menyalurkan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan Kemensos RI kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sebut Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf.
Sementara itu, Korkab PKH Aceh Utara, Amru Alba Abqa, juga menyebutkan sesuai dengan surat Direktur Jaminan Sosial Kemensos RI memutuskan bahwa para pendamping PKH wajib membayar iuran BPJAMSOSTEK.
“Iuran BPJAMSOSTEK mulai dibayar sejak Juli hingga Desember 2020,” ungkap Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Aceh Utara itu.
Kegiatan sosialisasi itu, selain dihadiri Wakil Bupati Fauzi Yusuf, juga turut hadir Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh Utara Zukarnaini, MPd beserta sejumlah pejabat Dinsos, pihak BPJAMSOSTEK Lhokseumawe, para Administrator Pangkalan Data (APD) dan ratusan pendamping sosial PKH se-Aceh Utara.
















