DimensiNews.co.id. PARIT TIGA- Para penambang timah yang berdomisili di Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat, saat ini enggan melakukan aktivitas penambangan timah. Hal ini dikarenakan harga timah yang turun drastis secara signifikan di kisaran Rp 30 ribu. Hal ini membuat warga semakin terdesak himpitan ekonomi.
Menurut Badrun, (36) warga Desa Air Gantang, pada Kamis (19/03/2020), dirinya sempat terkejut saat mendengar kabar dari sesama rekan penambang jika harga timah turun hingga Rp 30 ribu.
“Pagi tadi saya sudah di pantai, udah mau ke laut buat kerja (menambang timah) tapi salah seorang rekan memberitahu bahwa harga timah turun sebesar Rp 30 ribu. Lah kalau kemarin saja harga timah kami cuma dihargai Rp 55 ribu, kalau turun sebesar Rp 30 ribu, berarti nanti bakal dihargai Rp 25 ribu aja. Mending kami gak usah kerja kalau kayak gini, buang-buang uang dan tenaga aja!,” ujar Badrun geram.
Hal ini juga dibenarkan oleh Amani, rekan Badrun. Amani mengatakan, jika kemarin dirinya bersama Badrun mendapatkan 10 kg timah, dan setelah dipotong biaya operasional dirinya hanya bisa membawa uang sebesar Rp 50 ribu.
“Kemarin saja dapat 10 kg timah, dengan harga jual 55 ribu saya cuma bisa bawa pulang uang 50 ribu setelah dipotong operasional. Lah kalau turun lagi 30 ribu, lantas kami mau pulang bawa apa? Mending gak kerja aja, apa lagi mencari timah di laut itu taruhannya nyawa,” pungkasnya.
Salah satu kolektor berinisial I, warga Parit, ketika dihubungi membenarkan turunnya harga timah tersebut.
“Iya turun Rp 30 ribu. Hari ini sama lusa saya gak beli timah dulu, mau liat keadaan dulu tiga hari ke depan gimana. Dilema sih, kita beli murah, kasihan sama penambang, apa lagi tukang ngelimbang. Kita beli mahal kita rugi, enggak kita beli, lebih parah lagi, mereka mau belanja buat keperluan rumah gimana nantinya, miris pak,” ucapnya.
Sementara itu, Ali Hartono, Ketua Ormas FKPMP mengatakan rasa prihatinnya atas keadaan sekarang ini.
“Kita gak bisa bicara banyak, saya hanya berharap agar rekan-rekan penambang sabar menghadapi keadaan ini. Karena apa yang kita alami saat ini juga dialami oleh negara-negara lain, karena ekonomi dunia juga sedang terpuruk karena mewabahnya virus corona ini. Hal ini tentu saja berakibat pada turunnya ekonomi dunia, dan kita tahu saat ini para pemerintah dunia sedang fokus untuk menangani permasalahan ini,” ujar Ali Hartono.
Pantauan DimensiNews, setelah adanya penurunan harga timah, kini banyak perusahaan memilih tidak beroperasi, dari pada harus membuang banyak biaya maupun tenaga, tetapi margin yang diperoleh sangat tipis.
Diberitakan, PT. Timah menurunkan harga pasir timah kering dari harga Rp 150.000 ke harga Rp 120.000/SN. Informasi penurunan ini disebarkan oleh pihak PT Timah ke para mitra melalui pesan singat dari Whatshap pada Selasa malam (17/3/2020) pukul 22.00 WIB. (Dedy)
















