Genjot Produksi Padi dan Ikan, Pemkab Sukoharjo Launching Mina Padi

  • Bagikan

DimensiNews.co.id, SUKOHARJO– Laporan Dinas Pertanian dan Perikanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo yang disampaikan oleh Bambang Setyo Pramono, menjelaskan bahwa Indonesia khususnya di wilayah jawa barat sudah memelihara ikan dengan cara mina padi sejak jaman dahulu dan puncaknya tahun 1949 Indonesia menjadi produsen terbesar di dunia.

Berdasarlkan hal tersebut Pemkab bertekad untuk meningkatkan produksi hasil pertanian. Padi dan ikan digenjot produksinya di kota Makmur tersebut. Melalui Dinas Pertanian dan Perikanan, Pemkab mengadakan Launcing Mina Padi Bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sukoharjo, Etik Suryani, yang sekaligus Ketua Tim Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN).

Kegiatan digelar Jum’at (27/12/2019) di Lahan Mina Padi Desa Geneng Kecamatan Gatak. Hal ini disampaikan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sukoharjo, Joko Nurhadiyanto, dalam rilis resminya yang diterima DimensiNews Jum’at sore.

BACA JUGA :   Gerebek Oplosan Gas Kodim 0506/TGR Amankan Tujuh Orang Pelaku Dan Ribuan Tabung Gas

Acara tersebut turut pula dihadiri Camat Gatak, Muspika, Kepala Desa, Ketua TP PKK Desa dan Ketua Pokja Desa se Kecamatan Gatak, Koordinator Penyuluh pertanian dan Perikanan, kelompok tani penerima kegiatan mina padi, serta Lembaga tani yang tergabung dalam Gapoktan , Pokdahkan , Poklahsar P3A GP3A , KWT dan KTNA.

Joko Nurhadiyanto juga menjelaskan bahwa Etik Suryani mengapresiasi Launching Minapadi dengan harapan novasi teknologi ini salah satunya program mina padi dapat memberikan nilai positif bagi petani, serta dapat meningkatkan produktifitas lahan dan pendapatan petani.

“Ibu Etik Suryani sangat mengapresiasi kegiatan diversifikasi usaha pertanian dan perikanan ini, beliau juga berharap dapat mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo,” terang Joko. (pry)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses